Kim Jong-un Pimpin Sendiri Uji Coba Rudal Terbaru Korea Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat melihat uji coba peluncuran rudal balistik jarak menengah Pukguksong-2, 22 Mei 2017. KCNA/via REUTERS

    Ekspresi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat melihat uji coba peluncuran rudal balistik jarak menengah Pukguksong-2, 22 Mei 2017. KCNA/via REUTERS

    TEMPO.CO, Pyongyang—Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengawasi sendiri proses uji coba rudal balistik teknologi mutakhir yang jatuh di perairan Jepang pada Senin lalu.

    Seperti dilansir kantor berita Korea Utara, KCNA Selasa 30 Mei 2017, rudal balistik jarak menengah itu dilengkapi sistem pengatur presisi yang lebih canggih dari roket Hwasong. Artinya, Pyongyang berhasil melakukan modifikasi terhadap rudal jenis Scud tersebut.

    Baca: Korea Utara Tembakkan Rudal Scud, Jepang Protes Keras

    KCNA melaporkan, uji coba ini digelar untuk mengetahui cara kerja sistem pengatur presisi baru dan kepekaan perangkat pelontarnya dalam berbagai kondisi operasi.

    Pyongyang sengaja melansir video uji coba rudal tersebut untuk membuat Amerika Serikat khawatir.

    "Setiap berita mengenai kemenangan kami disiarkan, Yankees (AS) akan selalu khawatir dan sekutunya, boneka Korea Selatan, akan sangat takut," tulis KCNA seperti dikutip Reuters.

    Menurut pemberitaan itu, Kim Jong-un akan merasa sangat puas jika AS dan Korsel gentar karena uji coba tersebut.

    Baca: Perang Dunia III, Jepang dan Amerika Siap Serang Korea Utara

    "Dia menunjukkan keyakinan bahwa rudal itu akan lebih maju dan bersemangat untuk mengirimkan 'paket hadiah' yang lebih besar kepada Yankees sebagai balas dendam atas provokasi militer AS.”

    Sejak awal tahun, Kim memang bertekad akan mengembangkan program rudal balistik antarbentua (ICBM) negaranya yang diharapkan dapat mencapai wilayah Negeri Abang Sam.

    Donald Trump yang saat itu baru saja dilantik menjadi presiden AS lantas menyiapkan berbagai mekanisme pertahanan untuk menghadapi serangan Kim Jong-un, termasuk dengan mengerahkan tiga kapal induk ke Semenanjung Korea dan menempatkan pasukan serta sistem pertahanan antirudal canggih, THAAD, di Korea Selatan.

    REUTERS | KCNA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.