Lindungi Muslim dari Aksi Hate Speech, Dua Pria Ini Jadi Pahlawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taliesin Myrddin Namkai Meche (kiri), dan Ricky John Best, tewas setelah melerai seorang pria yang menganiaya dua perempuan Muslim. Facebook.com

    Taliesin Myrddin Namkai Meche (kiri), dan Ricky John Best, tewas setelah melerai seorang pria yang menganiaya dua perempuan Muslim. Facebook.com

    TEMPO.CO, Portland - Dua pria yang tewas dibunuh saat melindungi dua wanita muslim dari pria yang mengeluarkan umpatan kebencian atau hate speech di dalam gerbong kereta MAX di Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat, dikenang warga sebagai pahlawan.  

    Ricky John Best, Taliesin Myrddin Namkai Meche, dan Micah David-Cole Fletcher berusaha melindungi dua wanita muslim dari umpatan kebencian Jeremy Joseph Christian, 35 tahun, saat kereta melaju pada Jumat, 26 Mei 2017.

    Christian tak terima ketiganya melindungi dua wanita muslim yang satu di antaranya mengenakan jilbab. Ia mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke leher kedua pria malang itu. Best, 53 tahun, tewas di tempat dan Meche, 23 tahun, tewas di rumah sakit. Adapun Fletcher, 21 tahun, luka serius dan dirawat di rumah sakit Portland.

    Ibu Meche, Asha Deliverance, membenarkan kabar kematian anak laki-lakinya itu. "Dia pahlawan dan akan tetap pahlawan. Bintang bersinar terang, aku mencintaimu selamanya," tulis Asha di akun Facebook-nya seperti dikutip dari Al Jazeera.

    "Dua pria yang tewas ini merupakan pahlawan akibat tindakan mengerikan atas kekerasan rasis," kata Wali Kota Portland Ted Wheeler dilansir dari Metro.co.uk, 28 Mei 2017.

    Wheeler mengenal Best sebagai veteran tentara yang bekerja di kota itu.

    Kekasih Meche terguncang dengan kematian tragis pria yang dicintainya di kota yang dikenal liberal dan toleran.

    "Saya akan mengikuti perjalananmu melewati matahari dan bulan dan bintang. Saya akan mencintaimu selamanya," ujarnya.

    Karangan bunga dan pesan-pesan menyentuh diletakkan di lokasi tewasnya Best dan Meche.

    Hasil penyelidikan polisi Portland menemukan bukti bahwa Christian merupakan anggota kelompok supremasi kulit putih di kota itu.

    Christian ditangkap polisi keesokan harinya dan digelandang ke penjara. Ia dijerat dengan dakwaan pembunuhan, penyerangan, intimidasi, dan kepemilikan senjata.  

    Dari akun media sosialnya diketahui Christian pengikut Nazi. Di satu rekaman, Christian tampak menggantungkan bendera Perang Revolusi Amerika dan memberikan penghormatan ala Nazi dan berteriak: Matilah muslim. Matilah Kristian palsu. Matilah Yahudi.

    Peristiwa tragis tewasnya dua pria Oregon demi melindungi dua wanita muslim dari serangan kata-kata bernada kebencian atau hate speech oleh Christian terjadi tepat di hari pertama Ramadan.

    INDEPENDENT | AL JAZEERA| METRO.CO.UK | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.