Selebgram Panama Dukung Promosi Pariwisata Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego de Obaldia, travel writer dan komedian dari Panama berpose bersama Raquel Martinez saat matahari terbit di Candi Borobudur, Yogyakarta. Ketiga selebgram ini juga akan berpartisipasi dalam upaya promosi pariwisata Indonesia dengan hadir di booth Indonesia pada ajang Expo Turismo yang akan diadakan di Panama City pada tanggal 26-27 Mei 2017. instagram.com

    Diego de Obaldia, travel writer dan komedian dari Panama berpose bersama Raquel Martinez saat matahari terbit di Candi Borobudur, Yogyakarta. Ketiga selebgram ini juga akan berpartisipasi dalam upaya promosi pariwisata Indonesia dengan hadir di booth Indonesia pada ajang Expo Turismo yang akan diadakan di Panama City pada tanggal 26-27 Mei 2017. instagram.com

    TEMPO.CO, Kota Panama - Sheldry Saez, Miss Panama 2011, bersama Diego de Obaldia, penulis perjalanan dan komedian dari Panama serta Raquel Martinez, model dan blogger perjalanan dari Panama, melakukan kunjungan ke Bali, Yogyakarta dan Jakarta, dalam sebuah program untuk mendorong promosi pariwisata Indonesia di Panama. Ketiga selebgram Panama tersebut tiba di Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai pada 17 Mei 2017 dan kembali ke Panama melalui Bandara Soekarno Hatta pada 24 Mei 2017.

    “Indonesia punya lebih dari 13.000 pulau dengan begitu banyak daya tarik yang ditawarkan, tentu sangat sulit untuk memperlihatkan itu semua dalam waktu kurang dari 10 hari,” kata Budhy Santoso, Duta Besar RI untuk Panama lewat rilis yang diterima Tempo, 25 Mei 2017.

    Program untuk mempromosikan daya tarik wisata alam, wisata budaya, wisata belanja dan wisata kuliner di Indonesia itu juga mempertimbangkan latar belakang para selebgram. Program juga dimanfaatkan untuk mempromosikan industri spa dan perawatan tubuh khas Indonesia dengan dukungan sebuah perusahaan kosmetika tradisional Indonesia.

    Raquel Martinez merasa sangat terkesan saat tiba di Bali dengan melihat nuansa yang sangat berbeda dengan kawasan amerika latin pada umumnya. “Ini akan jadi petualangan terbaik saya tahun ini,” kata dia di akun Instagramnya.

    Selain keindahan alam dan budaya di Bali, ketiga selebgram dari Panama juga berwisata kuliner dengan mencoba masakan khas Bali di Bebek Tepi Sawah, Ubud.  Rombongan disambut dan dijamu langsung I Nyoman Sumerta, pemilik restoran yang menjelaskan berbagai kuliner dan budaya Bali.

    Yogyakarta sebagai destinasi wisata kedua yang dikunjungi juga memberikan kesan tersendiri bagi para selebgram. “Sejarah, budaya, dan keramahan orang-orang Indonesia tidak berhenti memukau saya, kalian harus datang sendiri untuk melihatnya,” tulis Diego de Obaldia meyakinkan para follower-nya.

    Atas dukungan pihak Keraton Yogyakarta, Miss Panama 2011 juga berkesempatan untuk secara khusus berbusana tradisional jawa dan berfoto di area Keraton. Juga ‘destinasi wajib’ yaitu Candi Borobudur dan Prambanan.

    Liputan langsung dan postingan mereka telah mengundang ketertarikan viewers yang cukup signifikan. Postingan mereka bahkan sempat bertengger di posisi teratas untuk #prambanan.

    Adapun Jakarta, sebagai Ibukota Indonesia, menawarkan nuansa yang sangat jauh berbeda. Suasana metropolitan kota Jakarta yang sangat padat begitu terasa.

    “Program ini melebihi ekspektasi saya yang berkesempatan untuk melihat keindahan alam, pesona budaya, sejarah yang begitu menarik dan Jakarta yang memperlihatkan nuansa dan daya tarik yang sangat berbeda. Saya bisa melihat dengan jelas keberagaman di Indonesia,” kata Miss Panama 2011 dalam wawancara dengan televisi Kementerian Luar Negeri RI, Kemlu TV. “Saya yakin akan banyak orang Panama yang berkeinginan untuk datang ke Indonesia,” kata dia menambahkan.

    Kenyataan bahwa Indonesia berada di belahan dunia yang berlawanan dari Panama menjadi kendala terbesar dalam melakukan promosi pariwisata yang efektif dan terukur. Kendala ini tentunya berimbas pada banyak hal bagi calon wisatawan, dari mulai harga tiket yang tinggi hingga waktu perjalanan yang sangat panjang menuju Indonesia.

    “Inilah tantangan yang sebenarnya, kita berusaha menyakinkan publik Panama dan pasar wisatawan di kawasan bahwa penerbangan yang panjang itu sangat setimpal dengan apa yang ditawarkan oleh pariwisata Indonesia,”  kata Dubes Budhy Santoso.

    “Selain itu, masyarakat Indonesia dan Panama jelas sekali belum saling mengenal sehingga kita butuh pendekatan yang berbeda,”  kata dia menambahkan.

    Pemikiran inilah yang melatar belakangi program kunjungan selebgram Panama tersebut untuk juga dapat dipertemukan dengan rekan seprofesi mereka di Indonesia untuk dapat bertukar pengalaman dan pandangan mengenai kedua negara.

    Sebagai komedian Panama, Diego de Obaldia dipertemukan dengan Pandji Pragiwaksono yang juga komedian muda di Indonesia. Diego mengatakan bahwa diskusinya dengan Pandji merupakan sesuatu yang memperkuat perpektifnya terhadap Indonesia. “Kita orang Indonesia dan Panama ternyata banyak kesamaannya tapi juga beda banget,” kata Pandji.

    Dalam konteks yang sama, Sheldry Saez dan Rake Martinez juga berkesempatan untuk bertemu dengan Putri Pariwisata Indonesia 2017. Para selebgram untuk mencoba perawatan tubuh khas Indonesia di setiap kota yang dikunjungi untuk memberikan pengalamaan ke-Indonesiaan yang komplet.

    Ketiga selebgram diharapkan menjadi “jembatan” antara Panama dan Indonesia. Kegiatan yang mereka ikuti juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat Panama dan sekitarnya akan keindahan serta keberagaman Indonesia sebagai destinasi pariwisata.

    Ketiga selebgram ini juga hadir di booth Indonesia pada ajang Expo Turismo yang akan diadakan di Panama City pada 26-27 Mei 2017. Mereka berinteraksi langsung dengan para pengunjung serta follower untuk bercerita soal pengalaman mereka mengunjungi Indonesia.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.