Donald Trump Puji Cara Kontroversial Duterte Perangi Narkoba

Reporter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu negara Melania Trump menuruni anak tangga pesawat Air Force One usai tiba di Bandara Internasional Fiumicino Leonardo da Vinci di Roma, Italia, 23 Mei 2017. Sebelum ke Italia, Trump juga berkunjung ke Arab Saudi dan Israel. REUTERS

TEMPO.CO, Manila- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memuji cara kontroversial Presiden Rodrigo Duterte dalam memerangi narkoba di Filipina, melalui bocoran transkrip pembicaraan keduanya kepada media Amerika Serikat.

Pujian terhadap perang yang telah menewaskan ribuan warga sipil itu disampaikan Trump dalam pembicaraan telepon keduanya bulan lalu.

Baca: Pertama Kali, Donald Trump Undang Duterte ke Gedung Putih

"Semua negara memiliki masalah narkoba, kami juga ada masalah tetapi Anda sudah melakukan tugas yang baik dan saya ingin mengucapkan selamat atas usaha itu," kata Trump memuji Duterte.

Seperti dilansir Washington Post, Selasa 23 Mei 2017, pujian Donald Trump itu terungkap setelah transkip lengkap percakapan teleponnya dengan Duterte pada 29 April lalu bocor ke media.

Beberapa sumber terpercaya, baik dari dalam instana kepresiden Filipina serta Kementerian Luar Negeri telah memverifikasi keabsahaan transkip itu.

Hampir 9.000 orang, yang diduga sebagai pengedar maupun pengguna narkoba telah terbunuh di Filipina sejak Duterte mulai menjabat pada 30 Juni. Polisi mengatakan sekitar sepertiga korban ditembak oleh petugas untuk membela diri selama operasi yang sah.

Duterte mengklaim perang narkoba yang dikecam oleh aktivis hak asasi manusia hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa dipicu oleh keberadaan 3-4 juta pecandu di negaranya. Namun Badan Narkotika Filipina menyebut pecandu narkoba negara itu hanya 1 juta lebih dari total 100 juta penduduk.

Baca: Duterte Yakin tak akan Cekcok dengan Donald Trump 

Selain memuji perang terhadap narkoba, dalam panggilan telepon yang juga membahas soal program nuklir Korea Utara, Trump mengundang Duterte untuk datang ke Washington.

Duterte memenangkan pemilihan Mei 2016 dengan selisih yang sangat besar dan sering dibandingkan dengan Trump, karena dirinya adalah kandidat alternatif dari luar politik nasional.

Selain kenyataan bahwa Trump dan Rodrigo Duterte sama-sama kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial selama kampanye.

WASHINGTON POST | THE INTERCEPT | YON DEMA






Menkes Bandingkan Biaya Kesehatan Paling Efisien di RI, Malaysia, Singapura, Jepang dan AS

8 jam lalu

Menkes Bandingkan Biaya Kesehatan Paling Efisien di RI, Malaysia, Singapura, Jepang dan AS

Menkes membandingkan biaya kesehatan di sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, Jepang dan Amerika Serikat. Mana yang paling efisien?


AS Larang Impor Produk Huawei dan ZTE, Mengancam Keamanan Nasional

9 jam lalu

AS Larang Impor Produk Huawei dan ZTE, Mengancam Keamanan Nasional

AS menerbitkan larangan impor terhadap produk telekomunikasi dari China yaitu Huawei dan ZTE.


Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

10 jam lalu

Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

Top 3 Metro hari ini dimulai dari berita Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana yang membantah pernyataan Hotman Paris Hutapea.


5 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

11 jam lalu

5 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Amerika Serikat, Rusia, dan Cina konsisten menduduki tiga besar negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Indonesia di peringkat berapa?


Catatan Pelaku Penembakan 6 Karyawan Walmart: Mereka Mengejek Saya

12 jam lalu

Catatan Pelaku Penembakan 6 Karyawan Walmart: Mereka Mengejek Saya

Pengawas sebuah gerai Walmart di Virginia, AS, yang menembak mati enam rekan kerjanya, meninggalkan catatan kemarahannya pada korban.


Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

12 jam lalu

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.


Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

13 jam lalu

Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

Kejaksaan Tinggi DKI telah menerima kembali berkas perkara Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba. Akan diteliti kembali oleh tim jaksa.


Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

LPSK masih menelaah berkas permohonan justice collaborator dari AKBP Doddy Prawiranegara dalam kasus sabu Teddy Minahasa.


Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

Pengacara Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba menyatakan barang bukti narkoba yang diklaim Teddy Minahasa masih utuh tak ada kaitan dengan kasus.


Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

1 hari lalu

Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

Ada perbedaan versi posisi lima kilogram sabu kasus Teddy Minahasa. Dody Prawiranegara punya versi penjelasan sendiri.