Bom Manchester, KBRI Sisir Rumah Sakit Pastikan Soal Korban WNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes RI untuk Kerajaan Inggris  Rizal Sukma pada pertemuan di Forum Investment Club di Carlton House, London,  3 November 2016. (Foto: KBRI London)

    Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Rizal Sukma pada pertemuan di Forum Investment Club di Carlton House, London, 3 November 2016. (Foto: KBRI London)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Inggris mengatakan terus mencari informasi terkait korban ledakan di Manchester, pada Senin malam, 22 Mei 2017. Hingga saat ini, belum informasi korban warga negara Indonesia yang menjadi korban.

    "Sampai pukul 10.00 pagi waktu Inggris, kepolisian belum dapat menginformasikan (asal) kewarganegaraan korban yang meninggal," kata Dethi Gani, Sekretaris 2 Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI London, saat dikonfirmasi lewat pesan elektronik, Selasa, 23 Mei 2017.

    Dethi mengungkapkan tim dari KBRI London telah bergerak ke Manchester untuk memeriksa kondisi di sana. "Saat ini sedang menuju ke sana, 4 jam dari London, untuk menyisir beberapa rumah sakit di Manchester," kata Dethi.

    Baca: Ledakan dalam Konser Ariana Grande, Korban Jiwa Capai 20 Orang?

    Akun Twitter resmi KBRI London juga telah membuka hotline bagi WNI yang merasa terdampak ledakan itu. Meskipun begitu, Dethi mengatakan hingga saat ini hotline KBRI London tidak menerima laporan adanya orang hilang. Ia mengatakan saat ini KBRI masih memantau perkembangan terakhir.

    Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Rizal Sukma ikut mengatakan bela sungkawa atas kejadian ini. "Doa kami bersama para korban dan keluarga yang terkena serangan Manchester," kata Rizal dalam akun Twitter pribadinya, @DrRizalSukma.

    Lewat website mereka, KBRI London juga mengimbau agar WNI di Manchester meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti anjuran kepolisian untuk menghindari kawasan yang dipandang rawan.

    Baca: Pendukung ISIS Rayakan Teror di Manchester

    Himbauan juga dikeluarkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesa di Greater Manchester (PPI-GM). "Kami ingin mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelajar Indonesia yang menghindari acara konser Ariana Grande di lokasi tersebut untuk segera melapor kepada pengurus PPI-GM yang akan dilanjutkan ke pihak KBRI London," tulis rilis resmi yang dikeluarkan oleh PPI-GM.

    Kepolisian Greater Manchester, Inggris, memastikan sedikitnya 19 orang tewas dan 50 lain terluka dalam ledakan yang terjadi pada konser penyanyi asal Amerika Serikat, Ariana Grande.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.