Polisi Pastikan 19 Orang Tewas dalam Ledakan Konser Ariana Grande

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pertugas mengamankan lokasi terjadinya ledakan usai konser Ariana Grande di Manchester Arena, Manchester, 22 Mei 2017. (Peter Byrne/PA via AP)

    Sejumlah pertugas mengamankan lokasi terjadinya ledakan usai konser Ariana Grande di Manchester Arena, Manchester, 22 Mei 2017. (Peter Byrne/PA via AP)

    TEMPO.CO, Manchester - Kepolisian Greater Manchester, Inggris, memastikan sedikitnya 19 orang tewas dan 50 lain terluka dalam ledakan yang terjadi pada konser penyanyi Ariana Grande, Senin malam, 22 Mei 2017, waktu setempat.

    Dalam pernyataan terbaru, kepolisian Manchester melalui akun Twitter @gmpolice menyatakan insiden ini dianggap sebagai serangan teror hingga ditemukan bukti lain.

    Baca: Ledakan dalam Konser Ariana Grande, Korban Jiwa Capai 20 Orang?

    Sebelumnya, stasiun televisi Amerika Serikat, NBC News, mengklaim sedikitnya 20 orang tewas dalam dua ledakan yang mengguncang konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena, Manchester.

    NBC News melaporkan hal itu berdasarkan keterangan sejumlah aparat Inggris dan Amerika Serikat yang menolak disebutkan namanya.

    Belum diketahui penyebab ledakan dan pelaku serangan tersebut. Tim Gegana Inggris kini masih menyisir lokasi kejadian untuk mencari bom lain.

    Baca: Ledakan di Konser Ariana Grande di Inggris, Sejumlah Orang Tewas

    Manchester Arena, gedung konser terbesar di Eropa, dibuka pada 1995 dan dapat menampung 21 ribu orang. Gedung ini kerap digunakan sebagai tempat konser musik musikus dunia.

    Penyanyi muda Ariana Grande dilaporkan dalam kondisi baik menyusul ledakan dalam konsernya di Manchester Arena.

    Ariana Grande kini dalam kondisi baik. Kami masih menunggu penyelidikan aparat,” kata juru bicaranya, seperti dilansir NBC News, Selasa, 23 Mei 2017.

    NBC | BBC | SITA PLANASARI AQUADINI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.