Raja Salman Meratapi Kehancuran Suriah kepada Presiden Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud memberikan  medali emas pada Presiden AS Donald Trump di Istana Kerajaan, Riyadh, Arab Saudi, 20 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud memberikan medali emas pada Presiden AS Donald Trump di Istana Kerajaan, Riyadh, Arab Saudi, 20 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Riyadh - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud meratapi tentang kehancuran Suriah kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkunjung ke Arab Saudi

    Arab Saudi merupakan pendukung utama pasukan pemberontak di Suriah dan Raja Salman meratapi kehancuran yang disebabkan oleh perang sipil di Suriah saat bertemu Trump di Riyadh.

    "Suriah juga dulu adalah salah satu negara paling maju," kata Raja Salman kepada Trump, menurut laporan pers Gedung Putih seperti dikutip dari Independent.

    "Kami menyekolahkan profesor kami di Suriah. Mereka melayani kerajaan kami. Sayangnya, mereka juga membawa kehancuran ke negara mereka sendiri. Anda bisa menghancurkan sebuah negara hanya dalam hitungan detik, tapi butuh banyak usaha untuk mengembalikannya," kata Raja Salman.

    Perang saudara pasukan Bashar al-Assad, pemberontak anti-pemerintah, ISIS, dan kelompok-kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda di Suriah telah berlangsung selama lebih dari enam tahun.

    Arab Saudi memberikan bantuan militer dan keuangan yang signifikan kepada beberapa kelompok pemberontak.

    Raja Salman menyambut Trump di Riyadh dengan upacara kerajaan. Raja berusia 81 tahun itu bahkan menjemput langsung Trump di landasan bandara, yang tidak dia lakukan saat menyambut Barack Obama tahun lalu. Arab Saudi adalah pemberhentian pertama Trump dalam tur lima hari ke lima negara di luar negeri.

    INDEPENDENT | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.