Kesebelasan Malaysia Tolak Bertanding di Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepak bola. Benevolat.org

    Ilustrasi sepak bola. Benevolat.org

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Kesebelasan Malaysia melalui Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM telah mengajukan penolakan mengikuti pertandingan kualifikasi Asian Cup yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC di Pyongyang, Korea Utara, pada 8 Juni 2017.

    Ada permohonan dari FAM. Kami sedang mencermatinya,” kata Windsor John, Sekretaris Jenderal AFC, seperti dikutip dari Channel News Asia, 10 Mei 2017.

    AFC mengumumkan tentang penolakan AFM mengikuti pertandingan kualifikasi Asian Cup setelah mengumumkan jadwal pasti pertandingan diadakan di Pyongyang, Senin, 8 Mei 2017.

    Penolakan AFM dipicu memburuknya hubungan diplomatik Malaysia dan Korea Utara setelah tewasnya Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pada 13 Februari lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 atau KLIA 2.

    Korea Utara kemudian menahan seluruh warga Malaysia untuk tidak keluar dari negara itu hingga ada kepastian jasad Kim Jong-nam dikembalikan ke Korea Utara.

    Malaysia pun melakukan hal serupa terhadap warga Korea Utara di negara itu. Bahkan Malaysia mengusir Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia karena pernyataannya dianggap tidak pantas.

    Namun kedua negara telah mencabut sejumlah larangan. Dengan begitu, menurut John, tidak ada alasan bagi pimpinan sepak bola Malaysia untuk mencari tempat netral untuk FAM bertanding.

    Namun Sekretaris Jenderal FAM Hamidin Amin mengatakan pihaknya tetap menginginkan bertanding di tempat yang netral.

    ”Kami pertama-tama akan mengajukan permohonan banding (menentang keputusan bermain di Pyongyang),” kata Amin menegaskan sikap Asosiasi Sepak Bola Malaysia.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.