Moon Jae-in Menangi Pilpres Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat Presiden Moon Jae-in, bersama dengan istrinya Kim Jung-sook usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden di Seoul, Korea Selatan, 9 Mei 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Kandidat Presiden Moon Jae-in, bersama dengan istrinya Kim Jung-sook usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden di Seoul, Korea Selatan, 9 Mei 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Seoul - Mantan pengacara hak asasi manusia sekaligus politisi berhaluan liberal, Moon Jae-in, 64 tahun, memenangkan pemilihan presiden Korea Selatan. Hal itu didasarkan pada hasil perhitungan cepat sesaat setelah pemungutan suara ditutup.

    Seperti yang dilansir Reuters, Selasa 9 Mei 2017 malam, calon Partai Demokrat itu memperoleh 41, 4 persen dukungan, menurut tinjauan bersama oleh tiga stasiun televisi.

    Sementara penantang dari Partai Konservatif, Hong Joon-Pyo, tertinggal jauh di belakang dengan 23,3 persen sedangkan seorang lagi calon, Ahn Cheol-Soo di tempat ketiga dengan 21,8 persen.

    Baca: Pilpres Korea Selatan, Jumlah Pemilih Diprediksi Capai Rekor

    Jika kemenangannya dikonfirmasi, Moon akan mengganti Park Geun-hye, yang dipecat pada Desember lalu oleh parlemen karena skandal korupsi.

    Moon dikenal sebagai politisi yang mendukung dialog damai dengan Korea Utara untuk mengurangi ketegangan akibat program nuklir dan rudalnya yang meningkat.

    Dia juga ingin mereformasi keluarga konglomerat yang dikelola keluarga, seperti Samsung dan Hyundai, dan meningkatkan pengeluaran fiskal untuk menciptakan lapangan kerja.

    Moon, yang kalah tipis dari Park dalam pemilihan presiden terakhir, pada 2012, telah mengkritik dua mantan pemerintah konservatif karena gagal menghentikan pembangunan senjata Korea Utara.

    Dia menganjurkan kebijakan dialog dua jalur sambil mempertahankan tekanan dan sanksi untuk mendorong perubahan.

    Kemenangan Moon akan mengakhiri hampir satu dekade pemerintahan konservatif di Korea Selatan.

    REUTERS | CNN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.