Gara-gara Sakit Ini, Bocah Lima Tahun Gagal Jadi Pemain Bola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Blake Brotherton penderita kelainan jantung yang langka, cardiomyopathy. Mirror.co.uk

    Blake Brotherton penderita kelainan jantung yang langka, cardiomyopathy. Mirror.co.uk

    TEMPO.CO, London - Seorang bocah lima tahun di Inggris terpaksa harus mengurungkan niatnya menjadi pemain sepak bola akibat penyakit yang dideritanya.

    Blake Brotherton dilarang menggeluti olahraga itu karena khawatir permainan sepak bola dapat merenggut nyawanya.

    Ini karena anak-anak berusia lima tahun itu menderita penyakit aneh yang dikenal sebagai kardiomiopati yaitu penyakit yang menyebabkan jantungnya hanya berdegup 15 persen dari yang seharusnya.

    Baca: Manajer, Paling Berisiko Kena Penyakit Berbahaya

    Bagi ibunya, Kelly Brotherton, berita itu sangat mengejutkan.

    "Anak saya sangat menyukai sepak bola dan ingin menjadi seperti teman-temannya. Ada kalanya dia mencoba berlari tapi saya melarangnya. Dia hanya menendang bola ke arah gawang tanpa berlari," katanya menurut Mirror, Ahad 7 Mei 2017.

    Blake kini berada dalam daftar tunggu untuk operasi transplantasi jantung jika organnya itu menunjukkan penurunan detak 10 persen atau kurang.

    Selain sepak bola, Blake juga tidak boleh berenang.

    Baca: Muamba Tunjukkan Tanda-tanda Membaik

    "Jika dia menjalani operasi tersebut, ada harapan untuknya bermain sepak bola kembali. Tapi dia hanya diizinkan untuk menjalani dua operasi saja dan ada risiko jika jantung baru yang diterima tidak sesuai," kata Kelly.

    Derita Blake sama seperti yang dialami oleh mantan pemain Arsenal, Fabrice Muamba yang hampir meninggal dunia di atas lapangan ketika jantungnya tiba-tiba berhenti ketika beraksi dalam pertandingan Liga Inggris pada 2012.

    Bahkan dokter memastikan jantungnya terhenti selama 78 menit akibat penyakit tersebut, sehingga membuat Muamba mengambil keputusan untuk berhenti bermain bola.

    Kini Blake juga terpaksa mengikuti jejak Muamba karena dokter memastikan jantungnya tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan cukup.

    MIRROR | DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.