Hindari Rokok, Kakek Meletakkan Mawar di Mulut Selama 59 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakek bernama Ali Rza Karan meletakkan mawar di mulutnya utk menghindari merokok. Haber10.com

    Kakek bernama Ali Rza Karan meletakkan mawar di mulutnya utk menghindari merokok. Haber10.com

    TEMPO.CO, Ankara - Seorang kakek berusia 86 tahun dari Provinsi Bursa, Turki, sengaja membawa mawar dari rumahnya dan meletakkannya di mulut selama 59 tahun.

    Kebiasaan ini dilakukan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Ihlas, Sabtu, 6 Mei 2017, setelah dia berhenti merokok pada usia 27 tahun.

    Kakek bernama Ali Riza Karan yang tinggal di Desa Keramet, Distrik Orhangazi, Bursa, itu memutuskan berhenti merokok pada umur 27 tahun. Saat itu, dia merasa kebiasaan merokok telah menganggu kesehatannya.

    Karan menghabiskan dua bungkus rokok setiap hari sehingga perlu perjuangan keras untuk berhenti. Namun dia tak kalah akal. Karan memutuskan membawa sepucuk bunga mawar dan meletakkannya di mulut guna membantu berhenti merokok.

    "Pada awalnya saya mengalami kesulitan berhenti merokok dan saya mencari berbagai jalan menghentikan kebiasaan itu," ucap Karan.

    "Saya meletakkan bunga mawar di mulut dengan harapan cara ini dapat membuat saya lupa merokok," katanya menambahkan.

    "Saya telah membawa dan meletakkan bunga mawar ke dalam mulut saya selama 59 tahun," kata Karan kepada IHA, seraya menambahkan bahwa bunga mawar itu dipetik dari kebunnya pada musim panas.

    "Bila musim dingin, saya membeli bunga mawar di Provinsi Yalova seharga Rp 30 ribu," tuturnya.

    Laporan media setempat menyebutkan, pria gaek 86 tahun itu membawa satu potong bunga mawar di mulutnya tiap pekan.

    Karan mengakui kebiasaan meletakkan mawar di mulutnya mendapatkan komentar negatif, terutama ketika dia bepergian atau mengunjungi sejumlah tempat.

    "Saya akan membiarkan mawar ini berada di mulutku hingga saya mati," ujarnya kepada IHA.

    Merokok telah menjadi kebiasaan bagi warga Turki selama beberapa dekade dan menciptakan ekspresi, "Merokoklah seperti orang Turki."

    Sebuah penelitian dilakukan pada 2015 menyimpulkan bahwa kebiasaan merokok di seluruh dunia meningkat. Lebih dari 930 juta orang merokok setiap hari. Angka tersebut meningkat tujuh persen bila dibandingkan dengan kebiasaan pada 1990, yakni 870 juta orang.

    Temuan penelitian ini juga menyebutkan bahwa kebiasaan merokok dapat mengancam jiwa penggunanya lebih cepat kecuali dia segera berhenti.

    DAILY SABAH | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.