Mengklakson Sapi, Pria India Dihajar hingga Buta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang sopir mobil pickup, Ganesh Mandal dipukuli hingga rusak sebelah matanya karena membunyikan klakson kendaraannya pada seekor Sapi. hindustantimes.com

    Seorang sopir mobil pickup, Ganesh Mandal dipukuli hingga rusak sebelah matanya karena membunyikan klakson kendaraannya pada seekor Sapi. hindustantimes.com

    TEMPO.CO, New Delhi - Seorang sopir truk di India mengalami kebutaan pada salah satu matanya setelah dipukul pemilik sapi yang marah karena sang sopir membunyikan klakson kendaraannya.

    Kejadian itu terjadi di Desa Maina, dekat Patna, pada Kamis pekan lalu.

    Menurut polisi, Ganesh Mandal, 30 tahun, pulang dari Saharsa ketika lintasannya diblokir sapi yang tidur di atas jalan raya.

    Baca: Dituding Mencuri Sapi, Muslim India Ini Tewas Dihakimi Massa

    "Mandal membunyikan klakson dengan harapan sapi itu dapat minggir, sebaliknya hewan-hewan itu panik dan lari.

    "Akibatnya, pemilik sapi marah dan menghajar Mandal berulang kali menggunakan kayu," katanya.

    Mandal jatuh pingsan setelah dipukul di mata kirinya dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Saat mulai sadar Mandal mengeluh bahwa dia tidak dapat melihat dengan mata kirinya.

    Dokter mengatakan dia mungkin hilang penglihatan sepenuhnya pada mata itu.

    Baca: Sapi dan Kerbau di India Bakal Diberi KTP Layaknya Manusia

    "Pasien mengalami pendarahan hebat pada mata kirinya dan kemungkinan penglihatannya akan hilang permanen," kata dokter, seperti yang dilansir Hindustan Times pada 30 April 2017.

    Pemilik sapi itu, Ram Dular Yadav, sudah ditangkap, tapi menyangkal hewan miliknya berbaring di atas jalan raya.

    Sapi merupakan hewan yang sangat dihormati di India berdasarkan ajaran Hindu. Masyarakat Hindu yang menjadi mayoritas di negara itu mengharamkan untuk mengkonsumsi daging hewan itu.

    Beberapa kejadian seperti pembunuhan sering terjadi yang diakibatkan perselisihan terkait dengan sapi.

    HINDUSTAN TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.