Diduga Terkait Teroris, Polisi Inggris Menahan Tiga Gadis Belia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak Muslim membawa poster saat menggelar aksi solidaritas menandai sepekan tragedi Teror London, di Jembatan Westminster, Inggris, 29 Maret 2017. Komunitas Muslim dan masjid di Inggris mengecam serangan teroris di London. REUTERS/Stefan Wermuth

    Sejumlah anak-anak Muslim membawa poster saat menggelar aksi solidaritas menandai sepekan tragedi Teror London, di Jembatan Westminster, Inggris, 29 Maret 2017. Komunitas Muslim dan masjid di Inggris mengecam serangan teroris di London. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, London - Polisi menahan tiga perempuan muda di Inggris timur pada Senin, 1 Mei 2017, berdasarkan Undang-Undang Antiteroris.

    Kepolisian Metropolitan dalam keterangannya kepada media mengatakan dua dari tiga perempuan belia itu berusia 18 tahun, sementara satu lagi 19 tahun. Menurut polisi, mereka memiliki jaringan terorisme.

    "Penahanan itu hasil pendalaman laporan operasi intelijen di sebuah bangunan di Harlesden Road," kata kepolisian dalam sebuah pernyataan.

    Penangkapan terhadap ketiganya pada Senin, 1 Mei 2017, itu dilakukan setelah polisi menahan seorang pria pembawa belati dekat kantor Perdana Menteri Theresa May di Westminster.

    Pada Kamis lalu, pasukan antiteroris menembakkan tembakan gas air mata sebelum menyerbu sebuah rumah di Willesden, London barat, dan menembak perempuan berusia 20 tahunan.

    Setelah keluar dari rumah sakit pada Ahad lalu, perempuan itu ditahan aparat karena diduga memiliki hubungan dengan kelompok teroris.

    REUTERS | CHOIRUL AMINUDDIN

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.