Bos TV Pengkritik Rezim Iran Tewas Ditembak di Istanbul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saeed Karimian. GemTV

    Saeed Karimian. GemTV

    TEMPO.CO, Istanbul - Pendiri dan direktur utama televisi berbahasa Persia, Gem TV, tewas ditembak di Istanbul, Turki. Saeed Karimian, 45 tahun, tewas ditembak di lingkungan Maslak bersama rekan bisnisnya asal Kuwait.

    Seperti dilansir BBC pada 30 April 2017, Karimian tewas sesaat setelah dua orang bersenjata yang mengenakan topeng melepaskan tembakan ke kendaraannya pada Sabtu malam, 29 Mei 2017. Sedangkan rekan bisnisnya meninggal di rumah sakit.

    Baca: Kritik Wali Kota Teheran Soal Korupsi, Jurnalis Ini Ditahan

    Saksi mata menyebutkan dua penembak bertopeng keluar dari jip sebelum melepaskan tembakan. Menurut polisi Turki yang menyelidiki kasus itu, kendaraan yang digunakan dalam pembunuhan itu kemudian ditemukan terbakar habis.

    Karimian sebelumnya diadili secara in absentia oleh pengadilan Teheran dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena dituduh menyebarkan propaganda melawan Iran.

    Gem TV mengalihsuarakan serial asing dan Barat ke bahasa Persia serta menyiarkannya di Iran. Stasiun televisi ini telah dikritik Iran karena telah menunjukkan program yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan telah dituduh menyebarkan budaya Barat.

    Baca: Dibui, Pembuat Kartun Politikus Iran akan Bebas Bulan Depan

    Anggota keluarga Karimian mengatakan korban diancam rezim Iran dalam tiga bulan terakhir, sehingga ia berencana meninggalkan Istanbul dan kembali ke London. Namun sumber-sumber di pemerintahan Turki menuturkan pembunuhan itu mungkin terkait dengan bisnis dan geng.

    Awalnya, Gem Group didirikan di London, tapi kemudian berkembang ke Dubai. Menurut situs kelompok itu, Gem Group memiliki 17 saluran berbahasa Persia, ditambah satu di Kurdi, Azeri, dan Arab.

    BBC | REUTERS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.