Buka KTT, Duterte Serukan ASEAN Bebas dari Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (empat dari kanan) mengadakan pertemuan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (tiga dari kiri) bersama delegasi masing-masing negara saat kunjungan kenegaraan di Istana Malacanyan, Manila, Filipina, 28 April 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

    Presiden Joko Widodo (empat dari kanan) mengadakan pertemuan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (tiga dari kiri) bersama delegasi masing-masing negara saat kunjungan kenegaraan di Istana Malacanyan, Manila, Filipina, 28 April 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan narkoba adalah ancaman dalam pembangunan yang dilakukan ASEAN. Dalam pidato pembukaan KTT ASEAN, Duterte meminta negara-negara ASEAN tegas dalam memerangi narkoba.

    "Kita harus tegas dalam mewujudkan ASEAN yang bebas narkoba. Bencana obat-obatan terlarang mengancam keuntungan kita dalam pembangunan masyarakat," kata Duterte dalam di KTT ASEAN yang dilaksanakan di Phillipines International Convention Center, Manila, Sabtu, 29 April 2017.

    Baca juga: Bertolak ke Filipina, Jokowi Bertemu Duterte dan Ikut KTT ASEAN

    KTT ASEAN dihadiri 10 kepala negara/pemerintahan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Presiden RI Joko Widodo. Dalam seruannya memerangi narkoba, Duterte menyatakan obat-obatan terlarang telah mengakhiri harapan, impian, masa depan, dan bahkan kehidupan banyak orang, terutama kaum muda.

    Pelaku perdagangan obat bius, kata dia, sangat besar, tapi itu tidak bisa ditembus. "Dengan kemauan dan kerja sama politik, bisa dibongkar, bisa dihancurkan sebelum menghancurkan masyarakat kita," kata Duterte. Menurutnya, ASEAN tidak boleh goyah dalam usaha menghilangkan ancaman keamanan terhadap pertumbuhan dan perkembangan regional.

    Duterte juga menyoroti pembajakan, terorisme, dan ekstremisme. Perampokan bersenjata terhadap kapal, menurut Duterte, mengganggu stabilitas perdagangan regional dan global. Demikian juga terorisme dan ekstremisme telah membawa serangan tepat di pantai maupun di depan garis depan negara.

    Kewaspadaan yang terus-menerus terhadap ancaman ini adalah harga yang harus dibayar agar rakyat tetap aman. "Kita hanya bisa mencapai ini melalui kemajuan kerja sama di tingkat bilateral, regional, dan multilateral," kata Duterte.

    Banyak hal yang menjadi sorotan Duterte dalam pidato pembukaannya, termasuk soal kerja sama ekonomi, penanganan buruh migran, dan lain sebagainya. Semuanya berlandaskan pada aspirasi universal masyarakat ASEAN bahwa hak dan kesejahteraan mereka diperjuangkan sebagai orang yang dilindungi dan dipromosikan.

    Masyarakat ASEAN, kata dia, menginginkan sumber penghidupan yang stabil, pendidikan berkualitas, perawatan kesehatan yang terjangkau, pemerintahan yang damai dan stabil, dan ekonomi yang dinamis. "Ini adalah indeks kemakmuran. Ini mengangkat dan menghargai manusia. Hari ini saya katakan bahwa bangsa kita pantas mendapatkannya," kata Duterte.

    Bagaimanapun, dia melanjutkan, masyarakat berada di jantung pembangunan komunitas ASEAN. "Kita harus melakukan yang terbaik untuk mencapai semua ini. Untuk mereka," kata Duterte.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.