Selasa, 23 Oktober 2018

Pemimpin Penculikan Abu Sayyaf Tewas Dibunuh Militer Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abu Sayyaf pemimpin Alhabsi (Alhabsy) Misaya. DAILY NEWS

    Abu Sayyaf pemimpin Alhabsi (Alhabsy) Misaya. DAILY NEWS

    TEMPO.CO, Manila - Militer Filipina mengatakan telah membunuh Alhabsy Misaya, pemimpin kelompok penculikan Abu Sayyaf, di selatan negara itu. Kepala Staf Angkatan Darat Filipina Jenderal Eduardo Ano mengatakan Misaya terbunuh dalam pertempuran di dalam hutan antara Kota Indanan dan Parang di wilayah Sulu.

    "Kami menganggap dia penculik paling terkenal dari kelompok bandit itu dan ini adalah kemunduran besar bagi Abu Sayyaf," kata Ano, seperti yang dilansir Inquirer pada 29 April 2017.

    Baca juga: Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

    Misaya dipersalahkan atas penculikan puluhan sandera Malaysia, Vietnam, dan Indonesia yang melintasi perbatasan laut yang sibuk antara Filipina selatan dan Malaysia. Termasuk seorang warga Malaysia yang dipenggal pada November 2015.

    Ano mengatakan hari ini bahwa mayat Miyasa diidentifikasi oleh anggota Abu Sayyaf yang berhasil ditangkap.

    Profesor Universitas Mindanao yang berbasis di Sulu, Octavio Dinampo, membenarkan laporan pembunuhan Misaya pada Jumat malam, 28 April.

    Baca juga: Ditangkap, Polisi Filipina Jalin Asmara dengan Milisi Abu Sayyaf

    "Dia ditembak mati oleh mantan rekannya di Front Pembebasan Nasional Moro atau MNLF, tapi diserahkan ke Marinir untuk mendapatkan hadiah," kata Dinampo.

    Militer Filipina melancarkan operasi besar-besaran terhadap Abu Sayyaf, yang terkenal dengan pemboman, penculikan, dan memenggal sandera. Kelompok itu telah masuk daftar hitam sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Filipina.

    INQUIRER | RAPPLER | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.