Korea Utara Luncurkan Rudal, Presiden Trump: Cina Tidak Dihormati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SLBM Pukkuksong merupakan salah satu rudal balistik andalan Korea Utara yang menakutkan, karena dideteksi keberadaan kapal selam yang akan meluncurkannya. Kim Jong-un mengatakan bahwa Korea Utara telah memiliki militer dengan kemapuan melakukan seranan nuklir. youtube.com

    SLBM Pukkuksong merupakan salah satu rudal balistik andalan Korea Utara yang menakutkan, karena dideteksi keberadaan kapal selam yang akan meluncurkannya. Kim Jong-un mengatakan bahwa Korea Utara telah memiliki militer dengan kemapuan melakukan seranan nuklir. youtube.com

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejek Cina atas ulah Korea Utara yang kembali melakukan uji coba peluncuran rudal balistiknya pada subuh tadi, 29 April 2017. Korea Utara, ujar dia, tidak menghormati Cina.

    "Korea Utara tidak menghormati harapan Cina dan Presiden sangat dihormati saat peluncuran, meski gagal, rudal hari ini. Buruk!" cuit Presiden Trump di akun Twitter-nya.

    Baca juga: Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik Subuh Tadi

    Cina telah beberapa kali mengeluarkan peringatan kepada Korea Utara, sekutu dekatnya, agar menghentikan uji coba peluncuran rudal maupun nuklir karena melanggar peraturan internasional. Cina juga meminta Korea Utara untuk kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan masalah denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea.

    Namun, Korea Utara sepertinya mengabaikan saran Cina. Dalam dua minggu ini, Korea Utara dua kali melakukan uji coba peluncuran rudal dan roket.

    Baca juga: Korea Utara Siarkan Video Simulasi Penyerangan Gedung Putih

    Adapun Presiden Trump beberapa kali mengeluarkan pernyataan akan menyerang Korea Utara sebagai balasan atas aksi provokasinya.

    Presiden Trump pun telah menempatkan sistem pertahanan rudal tercanggihnya di Seoul, Korea Selatan, untuk melindungi sekutunya dari serangan Korea Utara.

    KOREA TIMES | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.