Dubes RI untuk PBB di Jenewa Serahkan Surat Kepercayaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Watapri Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib bersama dengan Michael Mller, Direktur Jenderal Kantor PBB di Jenewa.  26 April 2017 (Foto: PTRI Jenewa)

    Watapri Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib bersama dengan Michael Mller, Direktur Jenderal Kantor PBB di Jenewa. 26 April 2017 (Foto: PTRI Jenewa)

    TEMPO.CO, Jenewa - Indonesia berkomitmen untuk berperan di kancah dunia dengan sistem Perserikatan Bangsa-bangsa. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Hasan Kleib selaku Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Badan Perdagangan Dunia (WTO) dan organisasi internasional lainnya di Jenewa (Watapri Jenewa) saat menyerahkan surat kepercayaan kepada Michael Moller, Direktur Jenderal Kantor PBB di Jenewa, Swiss, Rabu, 26 April 2017.

    “Indonesia siap berperan dan bekerja sama dengan sistem PBB untuk memperjuangkan kepentingan bersama di dalam kerangka multilateral,“ kata Dubes Kleib lewat rilis yang diterima Tempo, 27 April 2017.

    Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Dubes Kleib dan membahas penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG), dan perkembangan negosiasi perlucutan senjata. Juga berbagai inisiatif yang diluncurkan Moller seperti rencana merenovasi Kompleks PBB Jendewa lewat program heritage strategic plan  serta inisiatif International Geneva Gender Champions.

    Moller mengharapkan Indonesia akan mendukung program-program  PBB yang terkait dengan SDG.   Dia juga meminta Dubes Kleib untuk bergabung dalam “International Geneva Gender Champions” bersama sejumlah duta besar lainnya guna mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.   Permintaan tersebut ditanggapi positif oleh Dubes Kleib.  

    Kedua pihak juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi untuk mencapai kepentingan bersama.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.