Hubungan Cinta Emmanuel Macron Pengaruhi Publik Prancis?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emmanuel Macron. REUTERS/Philippe Laurenson

    Emmanuel Macron. REUTERS/Philippe Laurenson

    TEMPO.CO, Paris—Menjadi kandidat terkuat dalam pemilihan presiden Prancis, Emmanuel Macron, kini justru menjadi sorotan publik gara-gara menikahi guru yang ditaksirnya sejak bangku sekolah menengah.

    Seperti dilansir CNN, Selasa 25 April 2017, kisah ini juga menjadi perhatian berbagai media asing termasuk di Amerika Serikat.

    Namun publik Prancis sendiri sebenarnya tidak terlalu mempedulikan Macron yang menikahi gurunya sendiri.

    Baca: Macron, Politikus Muda Tak Diunggulkan Menang Pemilu Prancis

    "Pada dasarnya ini bukan isu besar. Anda seharusnya bertanya pada diri Anda mengapa Amerika menganggapnya masalah besar. Apakah ini mempengaruhi caranya memerintah?" kata koresponden CNN di Paris, Jim Bittermann, merujuk pada respons publik Prancis soal kisah Macron.

    Seperti dilansir The Washington Post, Rabu 26 April 2017, kisah cinta kandidat presiden Prancis terbukti tidak mempengaruhi perolehan suara mereka dalam pemilu.

    Bekas presiden Nicolas Sarkozy bercerai dari istrinya, Cécilia Attias, saat tengah menjabat agar dapat menikahi mantan super model Carla Bruni.

    Di negara lain, masalah ini dapat memicu masalah. Tapi di Prancis, karir politik Sarkozy baik-baik saja.

    Baca: Emmanuele Macron, Capres Prancis yang Nikahi Gurunya 

    Pengganti Sakozy, François Hollande pun melakukan hal yang sama. Ia berpisah dari partnernya, jurnalis Valerie Trierweiler, setelah berselingkuh dengan seorang aktris. Namun hal itu tak membuat Hollande terjungkal.

    Bahkan Hollande mendapuk bekas partnernya, Segalone Royale, yang juga ibu dari keempat anaknya, untuk duduk di dalam kabinet.

    Tak heran jika dalam putaran pemilu presiden pertama yang digelar 23 April, Macron berhasil meraup suara terbanyak dengan 24,01 persen.

    Macron diikuti oleh Marine Le Pen, capres dari Partai Front Nasional Prancis, yang meraup 21,30 persen suara. Dari total 11 capres, hanya dua capres teratas yang lolos ke putaran kedua yang akan digelar 7 Mei mendatang.

    Berbagai sigi terbaru, seperti dilansir Reuters, memprediksi keunggulan Macron atas Le Pen dalam putaran kedua.

    Jajak pendapat Opinionway maupun Ifop Fiducial sama-sama memprediksi Emmanuel Macron akan mengalahkan Le Pen dengan perolehan 61 persen melawan 39 persen suara.

    CNN | THE WASHINGTON POST | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...