Ahli: Korea Utara Sanggup Membuat Bom Nuklir Setiap Enam Pekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengamat meyakini bahwa Korea Utara sedang mengembangkan kapal selam yang dapat meluncurkan rudal balistik berkepala nuklir. Saat ini, Korea Utara dianggap belum memiliki kapal selam yang dapat membawa rudal balistik Pukkuksong lebih dari satu. AP/Wong Maye-E

    Sejumlah pengamat meyakini bahwa Korea Utara sedang mengembangkan kapal selam yang dapat meluncurkan rudal balistik berkepala nuklir. Saat ini, Korea Utara dianggap belum memiliki kapal selam yang dapat membawa rudal balistik Pukkuksong lebih dari satu. AP/Wong Maye-E

    TEMPO.CO, Pyongyang - Sejumlah studi para ahli dan laporan rahasia intelijen menyimpulkan bahwa Korea Utara Sanggup memproduksi bom nuklir setiap enam atau tujuh minggu.

    Kesimpulan ini diduga menjadi penyebab mengapa pemerintahan Donald Trump sangat menaruh perhatian terhadap eskalasi percobaan nuklir Korea Utara.

    Bahkan Amerika Serikat  mengancam menyerbu Korea Utara jika negeri ini benar-benar melakukan uji coba rudall nuklirnya keenam ketika memperingati hari jadi angkatan bersenjata ke 85.

    Baca juga: Cara Korea Utara Kumpul Uang- Raup Miliaran dari Polandia, Malta

    Menurut para ahli, langkah demi langkah produksi senjata berkepala nuklir Korea Utara memiliki kemampuan luar biasa, termasuk sanggup menjangkau Seatle.

    "Mereka telah belajar banyak," kata Siegfried S. Hecker, seorang profesor dari Stanford yang memimpin laboratorium senjata Los Alamos di New Mexico, tempat pembuatan bom atom dari 1986-1997.

    Korea Utara sedang gencar mengumbar ancaman uji coba nuklir keenam selama 11 tahun ini. Dari hasil uji coba tiga bom nuklir -semuanya dilakukan pada September 2016- memiliki kemampuan setara dengan ledakan bom atom di Hiroshima.

    Baca juga: Cara Korea Utara Kumpul Uang- Dirikan 12 Klinik Medis di Tanzania

    Menyikapi ulah Korea Utara soal pecobaan nuklir, AS akan memberikan sanksi lebih ketat terhadap Korea Utara sebagaimana disampaikan duta besar AS di PBB, Nikki Haley.

    "Masyarakat menutup mata selama bertahun-tahun masalah senjata nuklir. Kini saatnya menyelesaikan masalah itu," kata Trump di Gedung Putih.

    Jika tidak ada halangan, tulis Independent, Korea Utara akan memiliki 50 peluru kendali nuklir hingga akhir jabatan Presiden Trump. Jumlah tersebut hampir separuh dari senjata yang dimiliki oleh Pakistan.

    Baca juga: Cemas Diserang Korea Utara, Penjualan Bunker Melonjak di Jepang

    Beberapa pejabat Amerika Serikat mengatakan, Korea Utara tahu bahwa bagaimana mereka mengecilkan senjata hingga ke ukuran kecil dan medium.

    Seluruh senjata itu, jelas para ahli, sanggup menjangkau wilayah Korea Selatan dan Jepang, serta melibas ribuan pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di kedua negara tersebut. Korea Utara, saat ini, diperkirakan memiliki 1.000 rudal  balistik dengan delapan varietas.

    Namun guna mewujudkan mimpi Kim Jong-un yakni memiliki senjata nuklir antarbenua yang dapat menjangkau Seatle, Los Angles, atau New York, masih banyak masalah.

    INDEPENDENT | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.