Taliban Membunuh 8 Polisi Afganistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Milisi Taliban membawa senjata berat saat berjaga berjaga-jaga ketika pemimpin senior Taliban Mullah Abdul Manan Niazi, memberikan pidato kepada pejuang, di distrik Shindand Afghanistan, 27 Mei 2016. AP/Allauddin Khan

    Milisi Taliban membawa senjata berat saat berjaga berjaga-jaga ketika pemimpin senior Taliban Mullah Abdul Manan Niazi, memberikan pidato kepada pejuang, di distrik Shindand Afghanistan, 27 Mei 2016. AP/Allauddin Khan

    TEMPO.CO, Kabul - Militan Taliban membunuh delapan polisi dan menyerbu tiga pos keamanan di Provinsi Takhar utara, Afganistan, Senin, 24 April 2017.

    Juru bicara Pemerintah Provinsi Takhar, Sunatullah Timor, mengatakan kepada media, serangan pada Senin pagi itu berlangsung di Distrik Darqad.

    Baca juga: Kronologi Teror Taliban Tewaskan 140 Prajurit Afganistan  

    "Sempat terjadi adu senjata antara pasukan keamanan dan milisi selama empat jam. Peristiwa itu mengakibatkan tiga polisi cedera dan delapan penyerang tewas," ucapnya.

    Timor nerujar, Taliban juga memotong jalur menuju Distrik Darqad dan Khuja Bhawedin. "Pemerintah mengirimkan pasukan tambahan dan memukul balik mereka."

    Baca juga: Taliban Serang Polisi Afganistan, 27 Orang Tewas  

    Serangan ini bersamaan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis ke Afganistan. Dalam kunjungannya tersebut, Mattis melontarkan tudingan bahwa Rusia telah menyediakan senjata untuk Taliban guna menyerang pasukan Amerika Serikat. Namun tudingan itu dibantah Rusia.

    Kunjungan Mattis ini menyusul serangan milisi Taliban terhadap pangkalan militer Afganistan pada pekan lalu yang menyebabkan sedikitnya 140 tentara dan personel militer lain tewas dan sekitar 160 prajurit terluka.

    AP | CHOIRUL AMINUDDIN 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.