Venezuela Pastikan 19 Orang Tewas Sejak Aksi Unjuk Rasa Bergulir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Caracas, Venezuela, 19 April 2017. Venezuela dilanda krisis ekonomi yang membuat angka inflasi terus meningkat dan membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. REUTERS

    Warga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Caracas, Venezuela, 19 April 2017. Venezuela dilanda krisis ekonomi yang membuat angka inflasi terus meningkat dan membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung Venezuela membenarkan bahwa sudah 12 orang meninggal dalam rangkaian unjuk rasa di negara itu. Dalam pernyataan pada Jumat pagi, 21 April 2017 waktu setempat, kejaksaan agung mengatakan 11 orang meninggal dalam kekerasan dan penjarahan pada Kamis malam dan Jumat pagi di ibu kota negara, Karakas.

    Satu orang lagi dinyatakan meninggal pada Jumat di kota Petare, negara bagian Miranda di timur ibu kota. Dengan demikian, jumlah keseluruhan korban tewas sejak Kamis adalah 12 orang, dan total korban meninggal sejak 19 April 2017 mencapai 19 orang.

    Baca juga:
    Tiga Tewas dalam Unjuk Rasa Terbesar di Venezuela

    Dalam sejumlah bentrokan di Karakas, enam orang mengalami luka dan menjadikan jumlah korban luka mencapai 68 orang. Menurut pihak berwenang, delapan orang tewas tersetrum ketika mereka terkena kabel bertegangan tinggi saat menjarah sebuah toko roti.

    Satu lainnya yang tewas dilaporkan merupakan pria penjaga toko yang ditembak mati ketika ia berupaya melindungi tokonya, menurut laporan awal. Kejaksaan agung telah menugaskan satu tim beranggotakan lima jaksa untuk menyelidiki kematian 12 orang tersebut.

    Baca pula:

    Kekurangan Obat, Presiden Venezuela Minta Bantuan PBB

    Venezuela belakangan ini dilanda gelombang unjuk rasa oleh para pendukung Presiden Nicolas Maduro dan para penentangnya, yang menyalahkan Maduro atas krisis politik dan ekonomi yang sedang terjadi di negara itu.

    Saat berbicara kepada para wartawan pada Jumat, Wakil Presiden Venezuela Tareck El Aissami mengatakan bahwa oposisi sayap kanan terus berupaya menggulingkan pemerintahan dengan menyulut kekerasan.

    "Kalangan (sayap) kanan itu penuh dengan kemarahan. Mereka mengatur rencana terorisme dengan para penjahat, memanfaatkan kelompok-kelompok penjahat untuk menyerang rakyat kita yang sederhana," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.