Penembakan Paris, Pelaku Diduga Bernama Karim Cheurfi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karim Cheurfi. Twitter (kiri); AP Photo

    Karim Cheurfi. Twitter (kiri); AP Photo

    TEMPO.CO, Paris—Polisi menggeledah sebuah rumah di luar Kota Paris, yang diduga terkait dengan pelaku insiden penembakan yang menewaskan seorang polisi dan melukai dua orang lainnya.

    Dokumen polisi yang diperoleh The Associated Press menyebut rumah yang digeledah milik Karim Cheurfi, 39 tahun.

    Baca: Penembakan di Paris, Satu Polisi dan Pelaku Tewas

    Seperti dilansir ABC News, Jumat 21 April 2017, dua pejabat kepolisian Prancis mengatakan kepada AP bahwa pemilik rumah di Kota Chelles, Seine-et-Marne, itu diduga merupakan pelaku penembakan di kawasan bergengsi Champs-Elysees.

    Data yang dilansir harian Prancis, Le Parisien, menyebutkan Cheurfi sebelumnya pernah menyerang polisi pada 2001. Ia juga dinyatakan bersalah atas perampokan bersenjata.

    Penggeledahan pada Jumat dini hari itu mengejutkan para tetangga Cheurfi.

    Pelaku yang tewas ditembak seusai serangan, masuk dalam radar kepolisian Prancis.

    Aparat kini yakin insiden itu merupakan serangan teror dan hanya dilakukan oleh satu pelaku. ISIS mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan itu.

    Klaim ISIS disampaikan melalui media afiliasi mereka, Amaq. Disebutkan pelaku merupakan simpatisan ISIS berkewarganegaraan Belgia.

    "Pelaku penyerangan di Champs Elysee, di tengah Kota Paris adalah Abu Yussef, seorang Belgia, dan dia adalah salah seorang pejuang ISIS," kata ISIS.

    Baca: Penembakan Paris, ISIS Mengklaim Pelaku Warga Belgia

    Juru bicara kepolisian Paris, Johanna Primevert, mengatakan pelaku sengaja membidik polisi yang menjaga area dekat stasiun kereta api bawah tanah di Franklin Roosevelt, di pusat jalan di pusat perbelanjaan Champs-Elysees, Paris.

    Ucapan simpati dan duka cita kepada korban dan keluarganya mengalir dari petinggi pemerintahan Prancis maupun para kandidat presiden yang akan bertarung pada Ahad lusa.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menanggapi penembakan di Paris dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Italia di Washington. “Lagi-lagi serangan teror. Apa yang dapat Anda katakan, ini tak pernah berakhir. Kita harus kuat.”

    AP | ABC | CNN | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.