Ogah Balik ke India, Zakir Naik: Saya Takut Disiksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ulama asal India, Ustaz Zakir Naik memberikan paparan saat berkunjung ke gedung MUI, Jakarta, 31 Maret 2017. Ustaz Zakir Naik melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka safari dakwah. ANTARA FOTO

    Ulama asal India, Ustaz Zakir Naik memberikan paparan saat berkunjung ke gedung MUI, Jakarta, 31 Maret 2017. Ustaz Zakir Naik melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka safari dakwah. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, KUALA LUMPUR – Pendakwah kontroversial Dr Zakir Naik ogah kembali ke India untuk menjalani penyelidikan dugaan terorisme. “Saya takut disiksa,” katanya, pekan ini.

    Seperti dilansir Free Malaysia Today, awal pekan ini, Zakir Naik kembali menegaskan dirinya bersedia diperiksa atas tuduhan menyebarkan propaganda terorisme yang sedang diselidiki otoritas India, tetapi ia hanya mau jika dilakukan melalui telekonferensi.

    Baca: Zakir Naik Ternyata Sudah Jadi Penduduk Tetap Malaysia

    “Saya sudah mengatakan (kepada otoritas) bahwa akan menjalani wawancara melalui Skype, telepon, ataupun konferensi video,” ujarnya.

    “Jika saya pulang, mereka akan menyiksa saya. Buat apa saya pulang?” tutur pria yang telah menjadi penduduk tetap Malaysia selama lima tahun terakhir itu.

    Bahkan Zakir Naik mempersilakan pemerintah India mencarinya di Malaysia setelah mereka meminta bantuan Interpol terkait dengan investigasi terorisme terhadapnya.

    Penyiksaan, menurut dia, kerap dilakukan aparat India terhadap umat muslim.

    Baca: Terkait Dugaan Teror, Otoritas India Panggil Zakir Naik 17 April

    Zakir Naik saat ini masih menjadi buron otoritas India dalam kaitan dengan penyelidikan kasus terorisme. Organisasi yang dipimpin Zakir Naik, Islamic Research Foundation (IRF), menjadi fokus penyelidikan terkait dengan terorisme di India. Organisasi itu telah dilarang di India.

    Pada November 2016, media India melaporkan bahwa badan investigasi nasional negara itu (NIA) telah menggerebek beberapa properti komersial dan residensial yang dimiliki oleh Dr Zakir.

    Pejabat NIA menyita beberapa dokumen yang diduga menunjukkan bahwa IRF telah mensponsori para calon milisi untuk melakukan perjalanan ke Suriah guna bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

    FREE MALAYSIA TODAY | THE TIMES OF INDIA | SITA PLANASARI AQUADINI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.