Zakir Naik Ternyata Sudah Jadi Penduduk Tetap Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penceramah asal India, Zakir Naik,menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan ribuan para peserta di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatanm, 10 April 2017. Dalam ceramah umumnya, Dr Zakir Naik menyebut, puasa, zakat, dan berhaji ke Makkah tak hanya diajarkan oleh Islam, tapi juga diajarkan dalam ajaran Kristen. TEMPO/Iqbal Lubis

    Penceramah asal India, Zakir Naik,menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan ribuan para peserta di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatanm, 10 April 2017. Dalam ceramah umumnya, Dr Zakir Naik menyebut, puasa, zakat, dan berhaji ke Makkah tak hanya diajarkan oleh Islam, tapi juga diajarkan dalam ajaran Kristen. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pendakwah Dr Zakir Naik ternyata sudah menjadi penduduk tetap Malaysia sejak lima tahun lalu.

    Hal ini diungkapkan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

    "Saya ingin mengkonfirmasi bahwa dia memegang status penduduk tetap Malaysia tapi bukan warga Malaysia. Dia diberi penghargaan status tetap lima tahun lalu sebelum saya menjadi Menteri Dalam Negeri," kata Zahid, seperti dilansir sejumlah media di Malaysia, Rabu lalu.

    Baca: Terkait Dugaan Teror, Otoritas India Panggil Zakir Naik 17 April

    Zakir Naik saat ini masih menjadi buron otoritas India terkait dengan penyelidikan kasus terorisme. Organisasi yang dipimpin Zakir Naik, Islamic Research Foundation (IRF), menjadi fokus penyelidikan terkait dengan terorisme di India. Organisasi itu sendiri telah dilarang di India.

    Pada November 2016, media India melaporkan bahwa Badan Investigasi Nasional negara itu, NIA, telah melakukan penggerebekan di beberapa properti komersial dan residential yang dimiliki Zakir.

    Baca: 12 April, Pengadilan Malaysia Panggil Penggugat Zakir Naik

    Pejabat NIA menyita beberapa dokumen yang diduga menunjukkan bahwa IRF telah mensponsori para calon militan melakukan perjalanan ke Suriah guna bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

    Zahid menegaskan, Malaysia siap membantu India melakukan investigasi terhadap Presiden The Islamic Research Foundation tersebut.

    "Jika ada permintaan, kami akan memberikan bantuan penuh kepada India," katanya.

    Pekan lalu, Zakir berkata kepada pemerintah India untuk mencarinya di Malaysia setelah mereka minta bantuan interpol terkait dengan investigasi terorisme terhadapnya. Zakir menuduh pihak berwenang India memiliki standar ganda.

    THE MALAY ONLINE | THE STAR | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.