Mahathir Jawab Serangan Balik Badawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Mahathir Mohamad menjawab serangan bali Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, Jumat (27/10). Secara tertulis, yang dimuat beberapa situs, termasuk malaysiakini.com, Mahathir menyebut dirinya hanya seorang warga Malaysia biasa."Usaha (serangan balik Badawi) itu dibuat untuk mengolok-olok saya bahwa saya sudah tidak waras lagi," ujarnya, yang menambahkan dirinya sudah menjadi korban atas keberaniannya menentang pemerintah. "Tuduhan-tuduhan itu dibuat seolah-olah pemerintahan saya buruk.""Mengapa saya mengkritik Perdana Menteri? Karena tidak ada satu pun yang mampu mengkritiknya," ujarnya. "Tidak ada satu pun yang berani mengomentari, mengkritik, atau menentang segala sesuatu yang dilakukan Perdana Menteri. Sebab, bakal menanggung akibatnya kalau berani."Apa saja? Kata Mahathir, bakal dirampas hak bicaranya, lalu dibuang ke Sabah. Para pengkritik atau penentang juga akan menemui kesulitan sewaktu berurusan dengan bank, juga mesti menjalani pemeriksaan polisi, badan antikorupsi, dan lembaga penegak hukum lainnya. Sehari sebelumnya setelah berbulan-bulan memilih diam, tidak menjawab semua serangan bekas Mahathir, Badawi akhirnya buka suara. Dia balik menyerang pendahulu sekaligus gurunya itu dengan menuding anak-anak Mahathirlah yang banyak mengeruk keuntungan sewaktu ayahnya memimpin Malaysia. AFP | MALAYSIA STAR | SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.