Semenanjung Korea Tegang, Jepang Segera Evakuasi 57 Ribu Warganya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SLBM Pukkuksong merupakan salah satu rudal balistik andalan Korea Utara yang menakutkan, karena dideteksi keberadaan kapal selam yang akan meluncurkannya. Kim Jong-un mengatakan bahwa Korea Utara telah memiliki militer dengan kemapuan melakukan seranan nuklir. youtube.com

    SLBM Pukkuksong merupakan salah satu rudal balistik andalan Korea Utara yang menakutkan, karena dideteksi keberadaan kapal selam yang akan meluncurkannya. Kim Jong-un mengatakan bahwa Korea Utara telah memiliki militer dengan kemapuan melakukan seranan nuklir. youtube.com

    TEMPO.CO, Tokyo- Dewan Keamanan Nasional Jepang membahas evakuasi sekitar 57 ribu warganya dari Korea Selatan menyusul peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea.

    Pembahasan  yang diadakan pada 14 April 2017 untuk menentukan langkah-langkah yang diperlukan guna mengevakuasi 57 ribu warganya dari Korea Selatan jika terjadi perang.

    Baca juga: Cina Tempatkan 150 Ribu Tentara di Perbatasan Korea Utara  

    Ancaman terjadi perang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan kapal induknya ke perairan Semenanjung Korea setelah Korea Utara mengumumkan kembali akan uji coba senjata nuklirnya yang keenam. 

    Seperti yang dilansir Telegraph pada 15 April 2017, jika perang terjadi, maka Tokyo akan meminta secara resmi kepaa pemerintah Korea Selatan agar mengizinkan pesawat militer dan kapal perang, bersama dengan transportasi sipil Jepang masuk ke wilayahnya untuk mengevakuasi warganya.

    Baca juga: Peringatan Korea Utara: Kami Siap Berperang Melawan Amerika

    Selain itu, Jepang juga telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencegah mata-mata Korea Utara memasuki negaranya dengan menyamar di antara para pengungsi.

    Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga kepada wartawan di Tokyo pada Jumat pekan lalu  mengatakan, pemerintah selalu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang langkah Korea Utara, tanpa memberikan rinciannya.

    "Pada saat ini, kita menjalin kontak secara erat dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Selain itu, mendesak Korea Utara untuk menahan diri dari tindakan-tindakan provokatif serta agar mematuhi resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang terkait, kita akan mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk melindungi nyawa para warga kita beserta aset-asetnya," ujar Suga.

    Baca juga: Korea Utara Uji Coba Senjata Nuklir Keenam Kalinya April Ini

    Sebelumnya, Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Jepang mulai membahas rencana menghadapi kemungkinan krisis di Semenanjung Korea pada Februari lalu, tepatnya setelah Perdana Menteri Shinzo Abe bertemu Trump pada konferensi tingkat tinggi di Amerika Serikat.

    Para peserta sidang Dewan Keamanan Nasional pada 23 Februari 2017 memperkirakan bahwa krisis di Semenanjung Korea bisa menimbulkan gelombang besar pengungsi yang menggunakan perahu di sepanjang perairan Laut Jepang.

    REUTERS|TELEGRAPH|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.