Senin, 10 Desember 2018

Politikus Anti-Islam Australia Serukan Boikot Telur Paskah Halal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telur cokelat Paskah. bettys.co.uk

    Ilustrasi telur cokelat Paskah. bettys.co.uk

    TEMPO.CO, CANBERRA—Politikus garis keras Australia, Pauline Hanson, menuai kontroversi karena menyerukan warga untuk memboikot telur coklat Paskah dari produsen bersertifikat halal.

    Seperti dilansir ABC Net, Kamis 13 April 2017, Hanson yang menjabat sebagai Senator, menyatakan himbauannya dalam sebuah video yang ia unggah ke akun Facebook pekan ini. Ia mendesak agar warga tidak membeli telur coklat Paskah dari podusen coklat seperti Cadbury karena memiliki sertifikat halal.

    Baca: Pidato anti-Islam Pauline Hanson di parlemen Australia diprotes

    “Jika Anda membeli produk mereka, berarti secara finansial mendukung Islamisasi Australia,” tulis Hanson yang juga pemimpin partai sayap kanan, One Nation.

    Senator Hanson mengatakan masyarakat seharusnya membeli coklat dari pembuat non-bersertifikat halal seperti Darrell Lea dan Lindt. Hanson mengklaim bahwa sejumlah produsen menyesatkan pelanggan mereka dengan tidak memberikan label halal bersertifikat pada kemasan produk.

    "Belilah telur dan coklat Paskah non-halal dan selamat hari Paskah," katanya dalam video tersebut.

    Ajakan itu membuat sejumlah pihak meradang. Salah satunya adalah serikat buruh di Negara Bagian Tasmania. Sekretaris Serikat Buruh Industri Australia Cabang Tasmania, John Short, mengatakan ajakan ini dapat menurunkan penjualan coklat Cadbury. Akibatnya, pekerja Australia yang akan merugi.

    “Dia (Pauline Hanson) selalu bicara tentang pekerjaan untuk warga Australia. Tapi dia juga yang menyebabkan pekerjaan kami dalam bahaya,” ujar Short.

    Baca: Senator anti-Islam Australia Pauline Hanson dikecam

    "Setiap penurunan penjualan coklat Paskah kali ini gara-gara komentar tidak bertanggung jawab dari Senator Hanson, secara langsung mengancam pekerjaan anggota kami. Kami menyerukan masyarakat untuk mengabaikan dia," kata Short.

    Namun ajakan Hanson berhasil membujuk sejumlah konsumen Benua Kanguru.

    Dalam komentar di akun Facebook ABC Hobart, seorang pemilik akun bernama Stephen Darcey Denehey mengatakan dirinya tidak akan membeli coklat Cadbury lagi.

    “Sebagai umat Nasrani, saya menolak membeli coklat mereka karena sebagian keuntungan dikirim ke masjid-masjid.”

    Sementara akun Catherine McGlead menyarankan Hanson untuk lebih banyak makan coklat. “Supaya dia lebih santai.”

    ABC NET | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.