Israel Gunakan Bom Fosfor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, JERUSALEM:Pemerintah Israel untuk pertama kalinya mengakui pihaknya memakai bom putih fosfor dalam memerangi gerilyawan Hizbullah di wilayah selatan Libanon. Pengakuan itu dilansir sebuah harian Israel Ahad (22/10) kemarin. Harian Haaretz mengutip ucapan Menteri Hubungan Pemerintah-Parlemen Yakov Erdery di muka parlemen Yahudi pekan kemarin. Orly Yechzeken, juru bicara Erdery, membenarkan ucapan bosnya itu kepada kantor berita AFP. "Tapi ini bukan opini pribadi," kata Yechzeken. "Militer yang mengatakan (soal penggunaan bom fosfor--Red) hal itu pada kami." Di parlemen Erdery mengatakan militer mantap memakai bom fosfor karena dianggap tak melanggar hukum internasional. "IDF (Israel Defence Force) memakai sejumlah amunisi berdasarkan aturan hukum internasional," tutur Erdery. Padahal sejak lama Palang Merah Internasional mengecam pemakaian bom yang bisa menyebabkan luka bakar dan berujung kematian. Sikap Palang Merah Internasional itu juga disokong sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional. Menurut mereka bom serpihan bom fosfor yang masuk ke dalam aliran darah bisa menyebabkan gangguan pernapasan.Singkat kata bom fosfor masuk kategori senjata kimia yang jelas-jelas dilarang penggunannya oleh hukum internasional di bawah Konvensi Senjata Kimia. Rupanya Israel hendak mencontoh sekutu dekatnya Amerika Serikat.Menurut laporan Palang Merah Internasional, militer Amerika Serikat kedapatan memakai bom fosfor di Fallujah, Irak pada 2004. Washington jelas menampik tuduhan itu. Andree Priyanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.