Mahatir Akan Terus Kritisi Badawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, KUALA LUMPUR:Bekas perdana menteri Malaysia Mahathir Muhamad Ahad (22/10) kemarin menyatakan menolak berhenti mengkritisi kebijakan pemerintah pimpinan Perdana Menteri Abdulah Ahmad Badawi. Penolakan itu disampaikan Mahathir ditengah-tengah harapan adanya solusi untuk mengakhiri perseteruan antara Mahathir dan "anak emasnya" itu. "Saya akan terus mengkritik jika saya pikir kebijakan yang diambil pemerintah tak menguntungkan negeri ini," katanya seperti dikutip kantor berita Perancis AFP. "Saya harap setelah semua ini akan ada tindakan yang diambil." Hal itu diungkapkan Mahathir seusai bertemu Badawi selama dua jam di Kuala Lumpur. Pertemuan itu digelar dalam rangka menyudahi pertengkaran diantara kedua tokoh berpengaruh itu yang dikhawatirkan mengguncang stabilitas pemerintah. Terlebih menuyulut perpecahan di tubuh Organisasi Nasional Melayu Bersatu---partai politik berkuasa di Malaysia di mana keduanya berasal. "Saya tak bisa katakan saya senang. Saya puas saya bisa mengutarakan hal ini langsung padanya (Badawi)," kata Mahathir yang mulai rajin mengkritik pemerintah sejak merasa Badawi mengabaikan sejumlah proyek yang ia rencanakan semasa dua dekade berkuasa. Termasuk pembatalan rencana membangun jembatan penghubung Malaysia-Singapura. Sejak itu juga ia kerap menuding Badawi tak kompeten, melakukan nepotisme, dan korupsi. Sejumlah tokoh politik melihat pernyataan terakhir Mahathir itu sebagai bentuk perpecahan yang mendalam dan sulit untuk cepat didamaikan.Andree Priyanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.