Pakistan Hukum Mati Perwira India, Dituding Mata-mata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kashmir memegang bendera nasional Pakistan saat menggelar aksi unjuk rasa yang berakhir bentrok dengan petugas kepolisian usai menggelar salat Idul Adha berjamaah di Srinagar, Kashmir, India, 25 September 2015. AP Photo

    Warga Kashmir memegang bendera nasional Pakistan saat menggelar aksi unjuk rasa yang berakhir bentrok dengan petugas kepolisian usai menggelar salat Idul Adha berjamaah di Srinagar, Kashmir, India, 25 September 2015. AP Photo

    TEMPO.CO, Islamabad - Militer Pakistan menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang perwira angkatan laut India, Kulbhushan Jadhav, karena dituduh melakukan kegiatan mata-mata dan sabotase.

    Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan Jadhav yang ditahan pada Maret 2016, adalah seorang pejabat intelijen India yang memberikan bantuan dan membiayai kegiatan teroris di kawasan sebelah barat Provinsi Balochistan dan selatan kota pelabuhan Karachi. Dia telah diadili oleh Pengadilan Militer.

    "Hari ini, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Qamer Javed Bajwa membenarkan bahwa Jadhav dijatuhi hukuman mati," bunyi pernyataan militer, Senin, 11 April 2017, tanpa menyebutkan kapan eksekusi itu dilaksanakan.

    India menolak tudingan Pakistan bahwa Jadhav adalah seorang mata-mata, seraya mengatakan tuduhan itu sama sekali tidak berdasar.

    "Eksekusi terhadap Jadhav adalah sebuah pembunuhan berencana," bunyi bantahan pemerintah India seperti ditulis Al Jazeera.

    Pakistan menuduh India membantu gerakan kelompok sparatis di Balochistan. Tetapi tuduhan ini ditolak India.

    Sebaliknya, India mengatakan Pakistan memberikan bantuan terhadap kaum sparatis di Kashmir, kawasan yang terletak di antara India dan Pakistan sejak Inggris mengakhiri masa kolonial pada 1847.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.