Kecanduan Narkoba, Ular Piton Direhabilitasi di Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ular piton merupakan salah satu ular berukuran besar, menangkap mangsa dengan cara melilit mangsa menggunakan tubuhnya. Dailymail

    Ular piton merupakan salah satu ular berukuran besar, menangkap mangsa dengan cara melilit mangsa menggunakan tubuhnya. Dailymail

    TEMPO.CO, Sydney – Gara-gara kecanduan narkoba, seekor ular piton sepanjang dua meter dimasukan ke dalam penjara guna menjalani rehabilitasi.

    Kementerian Hukum Australia mengatakan pada Selasa, 11 April 2017 bahwa ular itu akan menghabiskan enam pekan untuk detoksifikasi dan akan dirawat oleh narapidana di Wildlife Care Center, Lembaga Pemasyarakatan John Morony, Windsor, New South Wales.

    Menurut pengawas senior Lapas tersebut, Ian Mitchell, piton itu telah menyerap methamphetamine atau ice melalui kulitnya, dan diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkannya.

    Baca: Tak Hanya 1, Keluarga Ini Temukan 24 Ular Berbisa di Rumah

    "Butuh waktu untuk menghilangkan efek obat dari sistem ular itu. Sebelumnya kami berhasil menenangkannya setelah beberapa bulan perawatan berhasil mengembalikan pola makan," kata Mitchell, seperti dilansir Channel News Asia pada 11 April 2017.

    Ular itu ditemukan oleh polisi setelah penggerebekan pada 2016 di sebuah laboratorium methamphetamine, di mana ular sering digunakan oleh bandar narkoba untuk menjaga obat mereka.

    Sayangnya ular itu hidup di dalam kontak yang tercemar dengan radiasi dari methamphetamine dan partikel berbahaya lainnya sehingga ular menjadi kecanduan terhadap narkoba dengan konsekuensi yang berbahaya.

    Ular itu menjadi gelisah, kerap menyerang dan sangat agresif jika tidak segera diberikan obat terlarang itu. Biasanya ular jenis itu tidak suka menyerang dan lebih suka berbaring.

    Wildlife Care Center Lapas John Morony di Windsor, merupakan tempat untuk merehabilitasi narapidana dengan sistem kemanan yang tidak terlalu ketat. Para narapidana tersebut bertugas untuk memberi makan, membersihkan dan merawat beberapa hewan termasuk reptil yang mengalami cedera hingga sembuh.

    Tujuan dibuatnya tempat itu agar dapat menanamkan dalam diri mereka rasa tanggung jawab dan pelayanan dalam diri narapidana. Sehingga ketika bebas narapidan tersebut akan berubah menjadi lebih baik dan membuat masyarakat merasa lebih aman.

    CHANNEL NEWS ASIA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.