Wanita Misterius Mengaku Putri Duyung Berkeliaran di California  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita ini ditemukan setengah ditelanjang dijalanan yang memiliki selaput di kaki dan mengaku sebagai putri duyung. thesun.co.uk

    Wanita ini ditemukan setengah ditelanjang dijalanan yang memiliki selaput di kaki dan mengaku sebagai putri duyung. thesun.co.uk

    TEMPO.CO, California – Seorang wanita berkeliaran seorang diri di tengah malam buta di dekat resor Golf & Country Club Elang di Friant, California, Amerika Serikat. Tubuhnya hampir setengah telanjang dan basah kuyup. Ada selaput di sela-sela jari kakinya. Ia menyebut dirinya putri duyung.

    Wanita yang mengaku putri duyung itu kemudian ditemui oleh polisi Kota Fresno, California. Juru bicara kepolisian Fresno mengatakan wanita itu sepertinya tidak mengetahui siapa dirinya. Ia menyebut dirinya Jane Doe.

    ”Dia membutuhkan bantuan dan butuh dibawa ke rumah sakit,” kata Mark Hudson, polisi Fresno mengutip ucapan wanita putri duyung itu seperti dikutip dari Mirror, 5 April 2017.

    Polisi kemudian melacak identitas wanita putri duyung itu, tapi hasilnya nihil. Polisi mengambil sidik jarinya, tapi tidak ada yang cocok dengan daftar orang hilang. ‘Kami telah memeriksa catatan setelah sidik jari dan kami masih belum menemukan identitasnya,” kata Hudson.

    Wanita “putri duyung” itu juga tidak dapat menjawab semua pertanyaan lazim yang ditanyakan. Polisi kemudian menyebarkan gambar Jane Doe si putri duyung lengkap dengan ciri-ciri fisiknya untuk mempercepat proses pengenalan wanita misterius yang mengaku sebagai makhluk air tersebut.

    Warga setempat bernama Karon Renwick mengatakan hal aneh sedang terjadi di tempat tinggalnya. “Kami warga pegunungan,” ujarnya.

    METRO.UK | THE SUN | MIRROR | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.