Uruguay, Negara Pertama di Dunia yang Jual Ganja di Apotek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ganja. Getty Images

    Ilustrasi Ganja. Getty Images

    TEMPO.CO, Montevideo - Uruguay akan menjadi negara pertama di dunia yang memungkinkan penjualan ganja di apotek mulai Juli 2017.

    Menurut ketua Dewan Obat Nasional, Juan Andres Roballi, pendekatan itu dilakukan sebagai langkah terakhir dalam pelaksanaan aturan yang disetujui pada  2013 untuk memungkinkan produksi, penjualan dan penggunaan ganja secara bebas.

    "Ganja akan didistribusikan ke farmasi dimulai Juli. Kira-kira dalam dua minggu pertama Juli," kata Andres yang juga merupakan pembantu Presiden.

    Baca: Bermanfaat bagi Kesehatan, Kanada Halalkan Ganja 2018

    Berdasarkan undang-undang penjualan ganja negara itu, pembeli harus mendaftar sebagai pengguna ganja untuk memastikan mereka memenuhi prosedur perizinan dan tidak membeli melebihi batas maksimum sebanyak 40 gram setiap bulan.

    "Pendaftaran hanya akan dibuka kepada rakyat Uruguay atau penduduk tetap dimulai pada 2 Mei," kata Andres, seperti yang dilansir Santiago Times, Sabtu 8 April 2017.

    Sekretaris Jenderal Dewan Obat Nasional Diego Olivera menambahkan ganja di apotek akan dijual dengan harga US$ 1.30 atau sekitar Rp 17.348 per gram.

    Baca: Pulihkan Tanah Dari Limbah, Petani Italia Tanam Ganja

    Olivera menambahkan bahwa ganja tersebut akan dijual dalam paket lima atau 10 gram.

    "Sebagian dari hasil akan membiayai program pencegahan narkotika pemerintah," katanya.

    Uruguay, negara yang memiliki 3,4 juta penduduk, memiliki sekitar 150.000 pengguna ganja aktif.

    SANTIAGO TIMES | BBC | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.