Israel Sepakat Jual Senjata ke India Senilai Rp 27 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara buatan Israel yang mengadopsi sistem Patriot. Sistem ini termasuk pertahanan udara jarak menegah, dangan rentang jangkauan antara 4 km hingga 70 km. Israel berencana mengembangkan rudal Iron Dome hingga dapat mencapai jarak 250 km. Israel mengembangkan Iron Dome setelah mendapat gempuran 4.000 roket yang ditembakan dari Lebanon Selatan, pada 2006. REUTERS/Baz Ratner

    Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara buatan Israel yang mengadopsi sistem Patriot. Sistem ini termasuk pertahanan udara jarak menegah, dangan rentang jangkauan antara 4 km hingga 70 km. Israel berencana mengembangkan rudal Iron Dome hingga dapat mencapai jarak 250 km. Israel mengembangkan Iron Dome setelah mendapat gempuran 4.000 roket yang ditembakan dari Lebanon Selatan, pada 2006. REUTERS/Baz Ratner

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Industri Dirgantara Israel (IAI), Kamis, 6 april 2017, mengumumkan bahwa perusahaan ini telah teken kontrak penjualan senjata ke India senilai kurang lebih Rp 27 triliun.

    "Nilai kontrak ini terbesar dalam sejarah industri pertahanan Israel," tulis media setempat.

    Dalam kesepakatan jual beli senjata tersebut dinyatakan IAI diwajibkan menyediakan rudal darat ke udara jarak menengah (MRSAMs) untuk Angakatan Bersenjata India.

    MRSAMs senjata yang sangat diperlukan India sebagai perlindungan utama terhadap serangan udara.

    Persenjataan ini sengaja dibangun untuk militer India oleh IAI serta Badan Pengembangan dan Riset Pertahanan India (DRDO). Beberapa perusahaan India dan vendor swasta turut terlibat dalam pengembangan senjata ini.

    Selain MRSAMs, "IAI juga akan menyuplai rudal permukaan ke udara jarak jauh bagi India," tulis Middle East Monitor, Jumat, 7 April 2017.

    Koran Israel, Yedioth Ahronoth, mengatakan, kesepakatan penjualan senjata ke India jenis rudal darat ke udara juga meliputi bom, roket, pelaratan komunikasi, radar dan sistem pertahanan udara Barak 8.

    Presiden IAI, Joseph Weiss, mengatakan, "Lebih dari 25 tahun silam, IAI telah bekerjasama dengan industri pertahanan India dan Angkatan Bersenjata India dala berbagai bidang."

    Pada Juni 2016, India melakukan serangakaian uji coba sistem Barak 8 yang dapat mendeteksi dan melacak ancaman udara pada kisaran jarak 100 kilometer dan menghancurkannyaa pada jarak 70 kilometer.   

    MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?