Ceraikan Istri Lewat Kartu Pos, Sang Suami Dituduh Memperkosa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • huffingtonpost.co.uk

    huffingtonpost.co.uk

    TEMPO.CO, New Delhi - Seorang pria muslim India ditangkap atas dakwaan pelecehan dan perilaku curang setelah menceraikan istri keduanya melalui kartu pos. Ironisnya, pernikahan baru seminggu lamanya.

    Di kartu pos, Mohammed Haneef menuliskan talak sebanyak tiga kali untuk menyatakan dia menceraikan istrinya.

    Baca juga: Pengadilan India Tolak Gugatan Cerai Suami demi Hukum Hindu

    Tidak terima dengan perbuatan suaminya yang dianggap sebagai pelecehan, istrinya kemudian melaporkan kepada polisi Hyderabad, negara bagian Telangana, India. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan fakta baru bahwa perkawinan Haneef dengan pelapor tidak sah. Pasalnya dia tidak menyatakan perceraian pada perkawinan sebelumnya.

    Atas dasar fakta itu, polisi sempat kesulitan menentukan pelanggaran yang dilakukan oleh pria berusia 38 tahun tersebut. Namun setelah berdiskusi dengan pakar hukum, polisi akhirnya membebankan Haneef dengan kasus pemerkosaan.

    Baca juga: Kompensasi Menggiurkan, Pasangan di Cina Ramai-ramai Cerai

    "Investigasi kami menunjukkan bahwa prosedur pernikahan itu tidak benar karena dia tidak memiliki surat-surat yang benar," kata V Satyanarayana, wakil komisaris polisi Hyderabad, seperti yang dilansir BBC pada 6 April 2017.

    "Kami membatalkan tuduhan pertama yang dijatuhkan kepada Haneef dan akan menangkapnya untuk tuduhan pemerkosaan," katanya menambahkan.

    Satus Haneef masih menjadi suami dari istri pertamanya ketika menikah lagi dengan istri kedua. Ia dapat menikah lagi setelah mengklaim mendapat restu dari istri pertamanya. Di bawah hukum Islam seorang pria diperbolehkan memiliki hingga empat istri.

    Baca juga: Bocah 12 Tahun Ini Jadi Ayah Termuda di India

    Praktek talak tiga, yang memungkinkan orang-orang muslim menceraikan istri mereka dalam sekejap, menghadapi perlawanan sengit di India. Kelompok perempuan telah berkampanye melawan praktek itu dan pengadilan tinggi India tengah dalam proses memutuskan apakah itu adalah inkonstitusional.

    Aktivis mengatakan negara-negara yang paling Islam, sekalipun, termasuk Pakistan dan Bangladesh, telah melarang talak tiga, tapi justru tumbuh subur di India.

    BBC | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.