Kamis, 15 November 2018

Hindari Penangkapan, Abu Sayyaf Pisahkan Sandera Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pihak Konsulat Jenderal RI di Davao berkumpul bersama Herman Manggak, WNI yang baru bebas dari Abu Sayyaf. Foto/Kementerian Luar Negeri

    Pihak Konsulat Jenderal RI di Davao berkumpul bersama Herman Manggak, WNI yang baru bebas dari Abu Sayyaf. Foto/Kementerian Luar Negeri

    TEMPO.CO, Manila - Kelompok teroris Filipina, Abu Sayyaf, memisahkan sanderanya ke dalam beberapa kelompok, termasuk dari Indonesia guna menghindari operasi militer.

    Seperti dilansir Philipines Star, Rabu 5 April 2017, kelompok itu memisahkan sandera asal Indonesia dan Vietnam untuk menghindari operasi penyelamatan pasukan pemerintah.

    Mayjen. Carlito Galvez Jr, kepala Komando Mindanao Barat mengatakan para bandit telah membagi tujuh tawanan Indonesia menjadi tiga kelompok dan 12 warga Vietnam menjadi dua kelompok.

    Baca: Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan 3 Warga Indonesia

    Galvez mengatakan informasi yang diberikan oleh warga sipil membantu mereka menemukan suatu daerah di Barangay Laos di Talipao, Sulu, di mana bandit diyakini menyembunyikan sandera Indonesia.

    Sebuah pertempuran di daerah itu pada Ahad lalu menyebabkan 10 bandit tewas dan 32 tentara yang terluka. Namun belum jelas apakah ada sandera yang berhasil dibebaskan.

    Baca: Duterte Perintahkan Militer Mengebom Abu Sayyaf dan Sandera

    “Kami senang bahwa warga sipil dan unit pemerintah daerah memberikan informasi yang baik. Kami senang mereka mematuhi saran dari Presiden Rodrigo Duterte,” kata Galvez.

    Abu Sayyaf menahan 28 tawanan, 12 diantaranya merupakan warga negara Vietnam, tujuh orang Indonesia, satu warga negara Belanda dan delapan penduduk setempat di Sulu.

    Pejabat militer mengatakan semua sandera masih hidup berdasarkan informasi terbaru yang telah dikumpulkan.

    PHIL STAR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.