Puntung Cerutu Eks PM Inggris Dilelang Mulai Rp 41,4 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cerutu yang telah dihisap Perdana Menteri Inggris, Sir Winston Churchill. caters

    Cerutu yang telah dihisap Perdana Menteri Inggris, Sir Winston Churchill. caters

    TEMPO.CO, London - Sebuah cerutu bekas hisap yang tinggal setengah atau puntung, dimasukkan dalam lelang dan dibuka dengan harga mulai 2.500 pound sterling atau Rp 41,4 juta.

    Mahalnya puntung cerutu itu karena sisa dari Perdana Menteri Inggris di masa Perang Dunia II, Sir Winston Churchill.

    Puntung cerutu itu sendiri menyimpan cerita sejarah, dimana dimatikan oleh Churchill saat hendak menaiki sebelum menaiki pesawat terbang di bandara Le Bouget di Paris pada 11 Mei 1947 .

    Baca: Telepon Pribadi Hitler Terjual Rp 3,2 Miliar dalam Lelang

    Ia meninggalkan Paris setelah berhasil memimpin Inggris menang dalam perang hampir 70 tahun yang lalu.

    Seperti yang dilansir Metro.uk pada Selasa 4 April 2017, cerutu, yang memiliki lingkaran merah bercampur emas khas Winston Churchill itu telah diatur untuk mulai dijual pada akhir bulan ini di rumah lelang Halls.

    Cerutu itu juga dilengkapi sertifikat serta foto asli dari Sir Winston Churchill. Salah satu foto menunjukkan Churchill berdiri di ambang pintu pesawat Avro York MW101 sedang menghisap asap cerutu.

    Selain foto yang ditandatangani oleh Churchill, juga terdapat surat dari sekretarisnya serta tiga album yang berisi 14 foto-foto kunjungannya ke Paris pada 09 hingga 11 Mei.

    Pejabat rumah lelang Halls, Andrew Beeston, mengatakan: "Dia mematikan cerutu di asbak setelah naik pesawat."

    Puntung itu kemudian diambil oleh Kopral William Alan Turner, Air Quartermaster dengan 24 Skuadron Transportasi Command, anggota awak kabin yang menerbangkan Churchill dan istrinya dari RAF Northolt ke Paris menuju rumahnya.

    METRO.UK | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.