ISIS Rilis Ribuan Data Target Pembunuhan, Trump Masuk Daftar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ISIS merilis 8.000 nama orang AS yang akan dibunuh termasuk presiden Trump. dailymail.co.uk

    ISIS merilis 8.000 nama orang AS yang akan dibunuh termasuk presiden Trump. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Washington - Sekelompok peretas yang memiliki kaitan dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS merilis daftar nama warga Amerika Serikat yang menjadi target pembunuhan oleh kelompok teroris itu, termasuk Presiden Donald Trump.

    Kelompok pro-ISIS, United Cyber Caliphate (UCC), melalui sebuah rekaman video menyatakan akan membunuh 8.786 warga Amerika.

    Baca: Trump Sumbangkan Tiga Bulan Gaji Pertamanya ke Taman Nasional

    Daftar tersebut juga menyertakan nama dan alamat target yang akan dibunuh oleh pengikut kelompok itu yang bertindak sendirian.

    "Bunuh mereka jika bertemu. Kami memiliki pesan kepada rakyat Amerika, terutama Presiden Trump," kata UCC melalui video yang disiarkan dalam situs SITE Intelligence Group, seperti dilansir Daily Mail, Senin, 4 April 2017.

    "Kami akan melanjutkan perang terhadap Anda. Ketahuilah bahwa setiap serangan balik Anda akan menguatkan kami. UCC akan memulai metode perang baru pada Anda."

    Ini bukan pertama kalinya UCC menyiarkan daftar target pembunuhan. Kelompok itu sudah melakukannya beberapa kali.

    Pada April lalu, 43 warga Amerika yang memiliki kaitan dengan pemerintah, terutama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keamanan Dalam Negeri, dan beberapa departemen lain, terdaftar sebagai target pembunuhan oleh kelompok tersebut.

    Daftar itu juga menyatakan nomor telepon dan kode pos alamat korban, tapi tidak selengkap daftar yang dipublikasikan baru-baru ini.

    UCC dibentuk kembali pada April tahun lalu setelah tiga kelompok hacker pro-ISIS bergabung dengan Cyber Army Khilafah.

    DAILY MAIL | THE SUN | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.