Niat Hati Ke Australia, Malah Terdampar di Kanada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah foto kombinasi yang menunjukkan sorotan lampu pada jembatan Sydney Harbour dan Opera House (atas) sebelum dimatikan dan lampu pada jembatan Sydney Harbour dan Opera House usai dimatikan (bawah) saat berlangsungnya kampanye Hemat Energi atau Earth Hour di Sydney, Australia, 25 Maret 2017. REUTERS

    Sebuah foto kombinasi yang menunjukkan sorotan lampu pada jembatan Sydney Harbour dan Opera House (atas) sebelum dimatikan dan lampu pada jembatan Sydney Harbour dan Opera House usai dimatikan (bawah) saat berlangsungnya kampanye Hemat Energi atau Earth Hour di Sydney, Australia, 25 Maret 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Sydney - Seorang mahasiswa asal Belanda harus menelan kekecewaan lantaran terlalu mempercayai iklan promo tur pariwisata di internet.

    Tadinya berharap akan mendarat di Sydney, Australia, tetapi justru tiba di Sydney, Kanada. 

    Milan Schipper mengatakan bahwa ia tergoda dengan promo tiket murah penerbangan ke Sydney. 

    Saat sedang mencari tiket penerbangan Amsterdam ke Sydney, Schipper menemukan satu tiket sangat murah, kurang dari US$ 300 atau setara Rp 3,9 juta.

    "Jadi saya pikir, baiklah mari pesan yang satu ini,'" ujar pria Belanda berusia 18 tahun itu, seperti yang dilansir CBC pada 31 Maret 2017.

    Baca: 11 WN Malaysia Terdampar di Bandara Korea Utara

    Dia pertama kali menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika ia mendarat di Toronto untuk persinggahan dan berpindah ke pesawat yang lebih kecil dimana akan membawanya ke tujuan terakhirnya.

    Meski penuh penasaran, ia akhirnya naik, kemudian melihat peta pada monitor di kursi penumpang berbeda dengan yang seharusnya ditujunya.

    Alih-alih menuju langsung ke pantai dekat Gedung Opera Sydney seperti yang telah direncanakan, ia menemukan dirinya dalam kondisi dekat dengan badai salju. Dia bahkan tidak menyiapkan perlengkapan baju hangat.

    Dia kemudian menanyai beberapa karyawan bandara dan menjelaskan situasi yang dialaminya. Mereka membantunya dengan memesan penerbangan langsung kembali ke Toronto, dan dari sana ia kembali rumah di Amsterdam, di mana ayahnya menjemputnya sambil tertawa geli.

    Ini bukan pertama kalinya wisatawan malang telah melakukan kesalahan serupa.

    Pada 2002, pasangan muda Inggris juga mendarat di Sydney, Kanada, yang lebih terkenal dengan kapal lobster dibanding Opera House-nya.

    Pada 2009, Daily Mail melaporkan bahwa seorang kakek Belanda bepergian dengan anaknya juga terdampar disana oleh sebuah kesalahpahaman. Wisatawan Italia juga membuat kesalahan yang sama pada 2010.

    BBC | CBC | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.