Pasca-Perang Dingin, Rusia Tingkatan Patroli Kapal Selam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal selam bertenaga nuklir canggih kelas Yasen merupakan salah satu andalan armada bawah laut Rusia yang berusia 111 tahun, pada 19 Maret 2017. Kekuatan kapal selam Rusia memisahkan diri dari Angkatan Laut, pada 19 Maret 1906. TASS/Lev Fedoseyev

    Kapal selam bertenaga nuklir canggih kelas Yasen merupakan salah satu andalan armada bawah laut Rusia yang berusia 111 tahun, pada 19 Maret 2017. Kekuatan kapal selam Rusia memisahkan diri dari Angkatan Laut, pada 19 Maret 1906. TASS/Lev Fedoseyev

    TEMPO.CO, Moskow - Angkatan Laut Rusia mengatakan bahwa mereka meningkatkan patroli kapal selam semenjak Perang Dingin berakhir.

    Laksamana Vladimir Korolyov, Kepala Staf Angkatan Laut Rusia, menyatakan, awak kapal selam mereka menghabiskan lebih dari 3.000 hari untuk berpatroli pada akhir tahun lalu.

    Dia menambahkan, sekarang ini mereka sedang mencocokkannya jam patroli tersebut dengan tingkat operasional di era Uni Soviet. "Ini sebuh level luar biasa," katanya kepada kantor berita pemerintah RIA Novosti.

    Setelah Uni Soviet runtuh pada 1991, militer Rusia terpaksa menjadikan armada lautnya besi tua. Bahkan banyak pelabuhan militer tak beroperasi karena tidak ada dana.

    Namun dalam beberapa tahun ini militer Rusia mulai meningkatkan program modernisasi militernya. Peningkatan itu muncul di tengah ketegangan dengan Barat atas masalah Ukraina dan keterlibatannya dalam perang di Suriah.

    Pernyataan Korolyov itu disampaikan setelah angkatan laut Rusia meluncurkan Yasen, sebuah kapal selam baru bertenaga nuklir.

    Dia mengatakan kepada media, kapal selam baru ini paling modern di dunia dan memiliki kebisingan suara terendah sehingga sulit dilacak musuh.

    Angakata Laut Rusia merencakanan melengkapi Yasen dengan sebjata torpedo dan misil permukaan. Misil ini sudah pernah diuji coba pertama kali pada perang Suriah.

    SKY | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.