Bocorkan Informasi ke Cina, Diplomat Amerika Serikat Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. bdeslaw.com

    Ilustrasi. bdeslaw.com

    TEMPO.CO, Washington - Seorang diplomat Amerika Serikat ditahan dan didakwa dengan tuduhan melakukan pembohongan publik terkait kasus pembocoran informasi negara kepada intelijen Cina.

    Candace Marie Claiborne, 60 tahun, ditahan setelah diketahui menerima uang puluhan ribu dolar dan hadiah dari agen intelijen Cina. Uang dan hadiah itu diduga sebagai imbalan atas informasi rahasia dari Washington yang diungkap ke Beijing.

    Baca: Wikileaks Bocorkan Enam Informasi Rahasia CIA

    "Candace Marie Claiborne adalah staf Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang memiliki akses ke informasi rahasia terkait keamanan dan diduga tidak melaporkan hubungannya dengan agen intelijen asing Cina yang memberi uang tunai ribuan dolar sebagai hadiah," kata Asisten Jaksa Agung, Mary McCord dalam pernyataan resmi.

    Claiborne, yang telah bekerja untuk Kementerian Luar Negeri sejak 1999, ditangkap pada Selasa dan mengaku tidak bersalah dalam sidang pertamanya pada Rabu lalu di Kementerian Hukum.

    Dalam sidang itu dikatakan bahwa Claiborne, mengenal dua agen intelejen Cina itu masing-masing pada awal 2007 dan yang kedua sejak 2012.

    "Dia tahu mereka adalah agen pemerintah Cina tapi demi mencari keuntungan bagi dirinya sendiri ia rela berbagi informasi," kata McCord, seperti yang dilansir Channel News Asia pada Kamis 30 Maret 2017.

    Namun dalam sidang itu diketahui bahwa Claiborne memberikan agen Cina dengan informasi yang mungkin bersumber melalui internet bukan informasi rahasia.

    Dalam penyelidikan, Kementerian Hukum mengatakan Claiborne membantah pernah berkenalan dengan dua pria Cina yang sering berhubungan dengannya ketika bertugas di negara itu.

    Berdasarkan beberapa bukti dan pengakuan saksi, Claiborne kenal dengan kedua orang itu dan beberapa orang lainnya. Ia bahkan kerap menerima uang dari mereka sebagai pertukaran informasi rahasia.

    Perempuan itu menerima sejumlah hadiah seperti iPhone. Sementara pemberian uang dibagi dua dengan seorang pria muda separuh usianya, yang tinggal bersama Clairbone di Beijing dan Shanghai.

    Menurut Pengadilan Federal Distrik Washington, agen Cina itu dikatakan membayar biaya sekolah fashion pria muda itu, sewa apartemen, mesin jahit, liburan dan kebutuhan lain yang diminta Claiborne.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Toner menyebut pelanggaran yang dilakukan diplomat perempuan itu telah melanggar kepercayaan publik.

    CHANNEL NEWS ASIA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.