Penggunaan Uang Logam Baru Inggris Masih Bermasalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sealand memiliki mata uangnya sendiri, Sealand dolalr dengan koin bergambar Putri Joan, istri dari pendiri negara ini. Dailymail.co.uk

    Sealand memiliki mata uangnya sendiri, Sealand dolalr dengan koin bergambar Putri Joan, istri dari pendiri negara ini. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris menerbitkan uang koin pecahan £1 baru. Namun penggunaannya masih bermasalah.

    Guardian mencatat masih banyak mesin yang tidak berfungsi dengan koin baru. Di bilik telepon dan laundri, koin tidak dapat digunakan. Begitu pula dengan mesin jual otomatis. Asosiasi Mesin Jual Otomatis Inggris mencatat sekitar 75 ribu mesin perlu diperbarui agar bisa menerima koin baru.

    Baca juga: Cegah Pemalsuan, Inggris Terbitkan Uang Koin Baru

    Pengemudi taksi pun tidak senang dengan koin baru. Ivan Sobell, pengemudi taksi, mengatakan koinnya terlalu besar bagi tabung koin. "Biasanya saya bisa menyimpan 15 koin sekali," kata dia seperti dilansir Guardian, Rabu, 29 Maret 2017.

    Sebelum uang masuk ke pasar, pemerintah telah menghimbau toko, bank, dan mesin jual otomatis untuk menyesuaikan dengan koin baru. Peringatan sudah dikeluarkan tiga tahun lalu.

    CNN mencatat beberapa supermarket besar telah menyesuaikan diri. Namun toko kecil mengalami masalah. Juru Bicara Asosiasi Toko Serba Ada, Chris Noice, mengaku tidak senang dengan perubahan koin.

    "Kami ingin melayani konsumen, bukan menghitung koin," kata dia.

    Stasiun kereta bawah tanah Inggris juga belum siap. Terdapat 49 mesin pembelian tiket di jaringan London Overground yang perlu diganti agar bisa berfungsi dengan koin baru.

    Mesin parkir pun diprediksi bermasalah. Asosiasi Parkir Inggris mengatakan setidaknya satu dari delapan mesin parki akan bermasalah memberikan uang kembali bagi pengemudi karena kesulitan menyortir koin baru. Perbaruan mesin diperkirakan membutuhkan £50 juta.

    Royal Mint, lembaga pembuat uang logam di Inggris, menerbitkan koin baru untuk mencegah pemalsuan. Chief Engraver Royal Mint, Gordon Summers, mengatakan terdapat 30 miliar uang logam di Inggris.

    Sebanyak 1,6 miliar koin merupakan pecahan £1. "Kami prediksi 2,5 persen di antaranya merupakan koin palsu," kata dia seperti dilansir Wired, Selasa, 28 Maret 2017.

    Uang baru pun dirancang sedemikian rupa agar tak mudah ditiru. Summers mengatakan koin dilengkapi dengan fitur khusus. Namun ia tidak menjelaskan rinci  mengenai fitur tersebut dengan alasan keamanan. Koin dikabarkan memiliki kode rahasia yang tidak bisa terlihat mata telanjang.

    Simak juga: Inggris Keluar dari Uni Eropa, Arti Pasal 50 dan Tahapannya

    Summers mengatakan kombinasi fitur dan berat uang logam sulit untuk diduplikasi. Koin dibuat dari dua metal. Koin juga memiliki gambar serupa hologram yang mengubah simbol Sterling menjadi angka satu saat koin dilihat dari perspektif berbeda.

    Bentuknya yang segi 12 juga dirancang untuk tujuan tersebut. Di pinggir koin terukir tulisan yang sangat kecil. Summer mengatakan tulisan tersebut dbiat dengan sistem laser mutakhir. Sistem laser tersebut belum banyak tersedia dan dijual sekitar £500.

    GUARDIAN | CNN MONEY | WIRED | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.