Kekurangan Obat, Presiden Venezuela Minta Bantuan PBB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicolas Maduro. REUTERS/Jorge Silva

    Nicolas Maduro. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Caracas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Jumat, 25 Maret 2017, mengatakan, dia meminta PBB agar membantu negerinya akibat kekurangan obat-obatan.

    "Negeri kami kekurangan obat-obatan menyusul krisis harga minyak," kata Maduro kepada wartawan.

    Menurutnya, Venezuela sangat membutuhkan bantuan PBB guna membantu ketersediaan obat di negaranya akibat melemahnya ekonomi dan harga minyak anjlok.

    "Krisis obat ini akibat ekonomi melemah, perang ekonomi dan harga minyak jatuh," ucapnya.

    Selain ditimpa menurunnya harga minyak sebagai penopang ekonomi, inflasi dan model ekonomi sosialis dianggap sebagai sumber utama krisis obat di Venezuela.

    The Star melaporkan, Venezuela membutuhkan obat anti-inflamatori dan kemoterapi yang sangat dibutuhkan hampir seluruh warga Venezuela.

    Dalam pernyataannya, Maduro tidak secara khusus menyebutkan obat yang diminta meskipun dia menekankan bahwa PBB memiliki pengetahuan tentang industri farmasi.

    "Saya telah meminta kepada PBB agar mendukung ketersediaan obat di rumah sakit," kata Maduro.

    Federasi Farmasi Venezuela memperkirakan sekitar 85 persen obat tidak tersedia bagi warga Venezuela.

    Maduro sering kali menuding biang kerok kemunduran ekonomi ini akibat ulah kelompok oposisi yang didukung oleh Amerika Serikat.

    Pada Jumat, 25 Maret 2017, Organisasi Negara-negara Amerika Serikat (OAS) mengumumkan bahwa lembaganya akan mengadakan pertemuan di pada Selasa depan di Washington guna membahas situasi di Venezuela.

    Pengumuman itu disampaikan sehari setelah Amerika Serikat dan kelompok 13 negara di Amerika Latin mendesak pemerintahan Venezuela menggelar pemilihan umum dan segera membebaskan tahanan politik.

    THE STAR | ABC NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.