Bebas Murni, Eks Presiden Mesir Hosni Mubarak Pulang ke Rumahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak melambaikan tangan pada pendukungnya dari balik jeruji saat ia menghadiri sidang di pengadilan ulang pada banding di Kairo, Mesir (13/4). Hosni Mubarak akan ditempatkan di bawah tahanan rumah. AP

    Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak melambaikan tangan pada pendukungnya dari balik jeruji saat ia menghadiri sidang di pengadilan ulang pada banding di Kairo, Mesir (13/4). Hosni Mubarak akan ditempatkan di bawah tahanan rumah. AP

    TEMPO.CO, Kairo-Mantan presiden Mesir yang digulingkan lewat aksi demonstrasi, Hosni Mubarak meninggalkan rumah sakit militer Maadi hari ini, Jumat, 24 Maret 2017.

    Mubarak yang kini berusia 88 tahun menghirup udara bebas setelah pengadilan tertinggi Mesir pada awal Maret lalu mengeluarkan putusan membebaskannya dari dakwaan.

    Baca juga: Pengadilan Kasasi Mesir Bebaskan Hosni Mubarak

    Pengacara Mubarak, Farid El Deeb mengatakan, Mubarak sudah kembali ke rumahnya di Heliopolis, kawasan elit di Kairo.  "Yes,  dia sekarang di rumahnya di Heliopolis," kata Deeb seperti dikutip dari Daily Mail.

    Bersamaan dengan keluarnya Mubarak dari rumah sakit militer Maadi, terjadi ledakan tak jauh dari rumah sakit. Ledakan ini menewaskan satu orang dan melukai tiga orang. Belum diketahui motif ledakan itu.

    Mubarak ditangkap pada April tahun 2011. Tepatnya, dua bulan setelah ia digulingkan dari kekuasaannya sebagai presiden Mesir selama 30 tahun. Sejak itu ia berstatus tahanan, namun ia kemudian dirawat di rumah sakit militer dengan penjagaan ketat.

    Baca juga: Hukuman Seumur Hidup Eks Presiden Mesir Mursi Dibatalkan

    Mubarak didakwa dalang dari pembunuhan 850 orang demonstran selama 18 hari kerusuhan di Mesir yang menuntut penggulingan Mubarak. Kerusuhan massal di Mesir berlangsung sejak Januari 2011. Para demonstran bentrok dengan aparat polisi.

    Pengadilan tingkat pertama tahun 2012 menghukum Mubarak dipenjara seumur hidup. Namun di tingkat pengadilan banding, hukuman Mubarak diringankan jadi dua tahun.

    Pada 2 Maret 2017, pengadilan tertinggi Mesir membebaskan Mubarak dari dakwaan pembunuhan 850 demonstran.

    Baca juga: Pengadilan Mesir Hukum Mati Tiga Jurnalis  

    Sebelumnya, pengadilan juga membebaskan kedua anak Mubarak, Alaa dan Gamal, dari dakwaan melakukan korupsi.

    Meski Mubarak sudah bebas murni, bukan berarti dia sepenuhnya menikmati kebebasannya. Pasalnya, pengadilan kemarin memerintahkan pembaruan penyidikan kasus korupsi yang melibatkan Mubarak. Tuduhannya, Mubarak menerima hadiah dari surat kabar yang didanai pemerintah, Al Ahram.

    Menanggapi pembebasan Mubarak, seorang mantan demonstran Januari 2011, Ahmed Mohamed, 29 tahun, berujar: "Jujur, Semua ini tidak berguna. Di masa Mubarak semua aspek lebih baik."

    Mubarak bebas murni, tidak demikian dengan para pemimpin kunci aksi demonstrasi besar-besaran di Mesir pada Januari 2011. Sejumlah aktivis dikerangkeng di penjara dan ratusan orang dinyatakan hilang.

    DAILY MAIL | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.