Nobel Ekonomi Terbang ke Amerika (Lagi)

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Stockholm: Ekonom Amerika Serikat, Edmund S. Phelps, menyabet Hadiah Nobel Ekonomi 2006. Profesor di Columbia University, New York, ini menyisihkan para pesaingnya setelah teori ekonominya dipuji oleh para juri Nobel.Teorinya tentang kaitan inflasi dan pengangguran berhasil menyisihkan para kandidat lain. Dan dia mendapat penghargaan sebesar US$ 1,37 juta atau sekitar Rp 12,7 miliar.Phelps sudah sejak 1960-an meneliti kaitan antara angka pengangguran dan inflasi. Ia menemukan adanya angka pengangguran "alami". Temuannya itu menjadi alarm yang kini dipakai Federal Reserve.Salah satu temuan pentingnya adalah inflasi tidak selalu bergantung pada angka pengangguran, tapi juga pada harapan perusahaan dan pekerjanya terhadap harga dan kenaikan upah."Itu adalah temuan terpenting dari bidang makroekonomi pada generasi sekarang ini," kata Joseph Stiglitz, profesor di Columbia University yang memperoleh Nobel Ekonomi pada 2001, seperti dikutip Bloomberg.Menurut tim penilai, teori profesor ekonomi politik Columbia University itu meningkatkan pengertian soal bagaimana kebijakan mempengaruhi kesejahteraan bagi generasi sekarang dan masa yang akan datang. "Dia menekankan keseimbangan antara inflasi dan angka pengangguran," ujar Akademi Ilmuwan Swedia, yang bertugas sebagai dewan juri, Senin (9/10).Hasil kajian Phelps, 75 tahun, menunjukkan, meski lapangan pekerjaan terbuka luas, harga-harga stabil, dan pertumbuhan ekonomi cepat, yang merupakan tujuan utama dari kebijakan ekonomi, tradeoff kadang-kadang perlu dibuat antara konsumsi generasi sekarang dan yang akan datang.Amerika Serikat sejak 2000 tak pernah absen merebut Nobel Ekonomi yang dibagikan sejak 1969 itu. Ini berbeda dengan lima kategori lain, yang sudah diperebutkan sejak 1901. Tahun lalu penerimanya adalah Thomas C. Schelling dan Robert J. Aumann. Hadiah ini merupakan usul dari Bank Sentral Swedia.Pemenang Nobel Kesehatan, Fisika, dan Kimia sudah diumumkan pekan lalu. Sisanya, Sastra dan Perdamaian, baru akan diumumkan pada Kamis dan Jumat mendatang. Hadiah baru akan dibagikan di Oslo pada 10 Desember mendatang, bertepatan dengan tanggal meninggalnya Alfred Nobel pada 1896. AFP | AP | SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.