Seorang Indonesia Disandera Pemberontak Nigeria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Negosiasi intensif untuk menyelamatkan tujuh pekerja tambang minyak Exxon Mobil di Nigeria masih berlangsung sepanjang malam tadi antara tim juru runding yang ditunjuk pemerintah Nigeria dengan para penculik.Sejumlah negara yang warganya diculik, seperti Indonesia, Malaysia, Skotlandia, dan Rumania, menyerahkan upaya negosiasi kepada tim tersebut. "Semua pihak sepenuhnya menyerahkan kepada mereka," ujar Duta Besar Indonesia di Lagos, Nigeria, Nurhadi Djazuli, kepada Tempo lewat sambungan telepon internasional. Menurut Duta Besar Nurhadi, para penculik juga menghubungi Exxon dan subkontraktor lain. "Tapi perusahaan itu sepakat tidak melayani permintaan tersebut," katanya. Akibatnya, menurut Nurhadi, penculik ogah-ogahan saat diajak berunding oleh tim negosiator pemerintah. "Kami pun jadi kesulitan mengetahui lokasi di mana mereka disandera," tuturnya. Kelompok bersenjata Gerakan Emansipasi Delta Niger (MEND), Selasa petang lalu, menculik sejumlah pekerja asing di kompleks tempat tinggal mereka di Kota Eket, Negara Bagian Cross Rivers, Nigeria. Korban penculikan itu adalah empat warga Inggris, seorang Romania, seorang Indonesia dan seorang Malaysia. Warga Indonesia yang diculik itu bernama Edy Purwono. Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia, Desra Percaya, pria berusia 51 tahun itu bekerja menjadi pilot di Bristow Helicopters, perusahaan subkontraktor transportasi di sana. "Mereka minta tebusan US$ 10 juta (Rp 93 miliar)," kata Desra. Menurut dia, pihaknya segera menghubungi keluarga Edy di Jakarta. "Mereka syok mendengar kabar itu," ujar Ferry Adamhar, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Departemen Luar Negeri. Namun, Ferry mengatakan, lewat fasilitas kedutaan di sana, akhirnya pihak keluarga berhasil menghubungi Edy. Sejauh ini, menurut Duta Besar Nurhadi, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat."Kami juga sudah bertemu dan berunding dengan Kedutaan Inggris, Malaysia, dan Rumania," katanya. KBRI Logos, kata Nurhadi, juga sudah membuat posko untuk melakukan koordinasi dalam menangani kasus ini. Mengenai uang tebusan yang diajukan oleh penculik, Desra mengatakan pemerintah berprinsip tak akan memenuhi tuntutan penculik. "Kami hanya akan melakukan upaya-upaya yang dapat membantu pembebasan sandera," ujar Desra. Namun, pemerintah tetap memastikan bahwa upaya pembebasan akan tetap menjunjung tinggi keselamatan para sandera. Duta Besar Nurhadi mengaku dihubungi pihak Exxon dan Bristow, yang menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya. Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo bahkan memerintahkan militer agar melakukan patroli dan menjaga kawasan penambangan minyak. Nigeria adalah negara penghasil minyak terbesar di Afrika dan negara kelima eksportir minyak terbesar di dunia. Saban harinya 2,6 juta barel minyak mengucur deras dari Delta Niger.l AFP | AP | THE GUARDIAN | ANDREE PRIYANTO | TITIS SETIANINGTYAS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.