Pengadilan Thailand Buka Lagi Kasus Shin Corp

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bangkok: Pengadilan Thailand hari ini membuka kembali kasus penjualan saham Shin Corp. milik keluarga bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra ke Temasek Holdings Singapura. Penjualan itu diduga melanggar aturan soal kepemilikan asing.Maret lalu pengadilan sempat menolak mengadili kasus ini. Lalu, sebelum kudeta pecah pada 18 September, seorang sarjana hukum Thailand memohon Mahkamah Agung membuka kembali kasus ini. Hari ini para hakim memerintahkan pengadilan banding menangani kasus tersebut.Thaksin mendirikan Shin Corp, perusahaan telekomunikasi raksasa Thailand, sebelum terjun ke politik. Pada Januari lalu keluarganya menjual 49,6% saham Shin Corp ke Temasek Holdings senilai 73,3 miliar baht (Rp 17,38 triliun) tanpa dipungut pajak.Temasek lantas membeli juga saham dari pihak lain sehingga memegang 96 persen saham Shin Corp. Menurut undang-undang Thailand, warga Thailand harus memiliki mayoritas saham di perusahaan telekomunikasi, satelit dan penyiaran.Para ahli hukum menduga tiga unit Shin Corp melanggar hukum itu, yakni operator telepon bergerak Advance Info Service, stasiun televisi iTV dan operator satelit Shin Satellite.AFP | IWANK

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.