Pemimpin Koran Mundur Terkait Kampanye Anti-Castro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Miami: Kampanye pemerintah Presiden George W. Bush melawan rezim Kuba meminta korban. Jesus Diaz, Jr, pemimpin umum surat kabar The Miami Herald, Selasa lalu mengundurkan diri, setelah dia memecat tiga wartawan yang menerima uang terkait dengan kampanye itu.Diaz, yang menempati jabatan itu sejak Juli 2005, mengaku tidak punya wibawa lagi. Alasannya, kebijakan larangan dan sanksi terhadap wartawan yang menerima uang dari pemerintah dijalankan secara tebang pilih. Menurut Diaz, ada enam wartawan lain yang diketahui menerima uang, tapi tidak dijatuhi sanksi.Kasus ini mencuat awal bulan lalu, ketika Miami Herald melaporkan 10 wartawan di South Florida menerima uang ribuan dolar dari pemerintah federal untuk membantu program siaran anti-Fidel Castro melalui radio dan TV Marti. Proyek kampanye pemerintah Amerika Serikat ini diberi label "mempromosikan demokrasi" di Kuba.Di antara ke-10 wartawan itu, terdapat tiga reporter El Nuevo, "saudara kembar" Miami Herald dalam bahasa Spanyol. Mereka adalah Pablo Alfonso, Wilfredo Cancio Isla, dan reporter lepas Olga Connor, yang masing-masing dibayar sekitar US$ 175 ribu (Rp 1,6 miliar), US$ 71 ribu, dan 15 ribu untuk berpartisipasi dalam acara di radio dan TV Marti sejak 2001. Pablo dan Cancio dipecat serta Connor diputus kontraknya.David Landsberg, pengganti Diaz, mengatakan dia akan konsisten melarang wartawan menerima pembayaran dari radio atau TV Marti. "Reporter harus membahas dengan atasannya soal kemungkinan berpartisipasi tanpa dibayar di acara-acara Marti, juga partisipasi dengan bayaran di tempat lain. Setelah itu, izin akan diputuskan kasus per kasus," kata Landsberg.Pengunduran diri Diaz memicu kembali perdebatan sengit di Miami Herald dan El Nuevo, tentang masalah mendasar peran jurnalis, terutama menyangkut masalah rezim Fidel Castro. Miami Herald secara tradisional bersikap netral, sedangkan El Nuevo cenderung partisan melawan Castro.| AP | NYTIMES | YANTO MUSTHOFA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.