Ke Rusia, Parlemen Denmark Tinggalkan Telepon Seluler dan Laptop

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Kopenghagen- Anggota komite kebijakan luar negeri parlemen Denmark telah diminta untuk meninggalkan ponsel pintar, tablet dan laptop di rumah selama kunjungan ke Rusia. Permintaan itu datang di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan cyber.

    "Selamat tinggal Smartphone ," kata anggota parlemen yang juga mantan Menteri Luar Negeri Denmark , Martin Lidegaard dari Partai Liberal Sosial seperti dikutip dari Reuters.

    Baca juga: Amerika Serikat Ultimatum Kejahatan Spionase Cyber Cina

    "Dalam perjalanan ke Rusia dengan Komite Kebijakan Luar Negeri, kami telah disarankan untuk tidak membawa gadget demi keselamatan," tulis Lidegaard di halaman Facebook resminya.

    Selama menjabat sebagai menteri luar negeri, Lidegaard pernah mengatakan bahwa Uni Eropa harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perang hybrid dengan Rusia.

    Nick Haekkerup dari Partai Sosial Demokrat, partai oposisi utama Denmark, mengatakan di Facebook ia harus memulai hidup tanpa Internet, email dan media sosial selama seminggu.

    Baca juga: Spionase Cyber Jadi Diskusi Utama Obama-Xi Jinping

    "Saya bepergian dengan Komite Kebijakan Luar Negeri dan untuk alasan keamanan telah diminta untuk meninggalkan segala sesuatu seperti iPhone, iPad atau benda serupa di rumah," kata Haekkerup, seperti yang dilansir Reuters pada 7 Maret 2017.

    Berdasarkan laporan unit keamanan cyber Kementerian pertahanan pada Februari 2017, Kementerian Luar Negeri Denmark telah beberapa kali diserang pada tahun 2015 dan 2016 oleh peretas yang disponsori negara asing.

    Unit tersebut menolak untuk memberikan identitas pasti negara yang telah mensponsori kelompok peretas itu. Namun unit itu menyatakan  Rusia dan Cina memiliki kemampuan yang luas untuk melaksanakan aksi spionase cyber.

    REUTERS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.